Kekeringan
Selasa, 25 Agustus 2026 19:36 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jakarta, Jatengaja.com - Usaha, Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Jawa Tengah mendulang sukses dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah membukukan total transaksi senilai Rp2,94 miliar selama empat hari pelaksanaan di Jakarta International Convention Center (JICC), 20-23 Agustus 2026.
Capaian tersebut melonjak senilai Rp1,93 miliar dibandingkan atas realisasi transaksi pada gelaran KKI 2025 yang tercatat senilai Rp1,009 miliar.
Jumlah UMKM Jawa Tengah (Jateng) yang berpartisipasi secara offline pada KKI tahun meningkat menjadi sebanyak 11 UMKM dari sebelumnya enam UMKM pada KKI 2025.
Peningkatan transaksi tersebut didorong oleh semakin beragamnya produk UMKM Jateng yang telah melalui proses kurasi. Ragam produk yang dipamerkan mencakup fesyen wastra, ready to wear, hingga aksesori.
Sedangkan 11 UMKM Jateng yang berpartisipasi yakni Batik Pusaka Beruang, Batik Maranata Ong’s Art, Batik Eka, Batik Alfa Shoofa, Muria Batik, Batik Kidang Mas, Batik Sekar Mulyo, Batik Gading Kencana, Batik Pramesti, Rorokenes, dan Syams Indonesian Handicraft.
Selain pameran, UMKM Jawa Tengah juga memanfaatkan KKI 2026 untuk memperluas akses pasar melalui Business Matching (BM) Ekspor. Dari kegiatan tersebut, tercatat 11 peluang kerja sama dengan buyer domestik maupun mancanegara.
Peluang kerja sama tersebut mencakup produk furniture dan home decoration, makanan dan minuman olahan, kerajinan, serta kopi. Bentuk kerja samanya antara lain purchase order (PO), letter of intent (LoI), hingga quotation offer.
Potensi transaksi yang telah teridentifikasi mencapai sedikitnya Rp4,41 miliar. Sejumlah pasar yang menjadi tujuan potensial antara lain Prancis, Afrika Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.
Sementara, secara nasional, KKI 2026 mencatatkan penjualan sementara hingga 22 Agustus 2026 mencapai Rp144,2 miliar atau naik 46% dibandingkan capaian 2025.
Sedangkan Business Matching ekspor berhasil mencatat potensi transaksi Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM dengan buyer dari 16 negara.
Dari sisi pembiayaan, realisasi Business Matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3% dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan usaha dari hulu hingga hilir.
“Dengan penuh rasa syukur, setiap tahun kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya terus berlangsung,” ujar Aida dalam sambutan saat Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Aida, Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
KKI 2026 mengusung semangat “Beudaya MeusareSare” atau berdaya bersama-sama. Melalui sinergi antara UMKM, masyarakat, pemerintah, industri, lembaga keuangan, buyer global, dan mitra strategis, BI mendorong produk UMKM Indonesia semakin dikenal di dalam negeri sekaligus mampu menembus pasar global.
Aida mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata terhadap produk UMKM nasional, dengan membeli produksi tersebut.
“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kapan lagi UMKM menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida. (-)
Bagikan