SMBC Indonesia Economic Forum 2026 Bahas Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Kamis, 21 Mei 2026 22:43 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Henoch Munandar memberikan sambutan pembuka dalam acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).  Dengan mengusung tema “Resilience in a Shifting Global Landscape”, forum ini menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat strategi adaptif, serta mendorong investasi berkelanjutan di tengah dinamika global.
Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Henoch Munandar memberikan sambutan pembuka dalam acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Dengan mengusung tema “Resilience in a Shifting Global Landscape”, forum ini menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat strategi adaptif, serta mendorong investasi berkelanjutan di tengah dinamika global. (SMBC)

JAKARTA — Sebagai bank dengan layanan keuangan yang komprehensif, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (“SMBC Indonesia”) menggelar SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta pada 19 Mei 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi nasional. Forum bertema “Resilience in a Shifting Global Landscape” ini menekankan pentingnya menjaga ketahanan sistem keuangan, membangun strategi yang adaptif, dan memperluas investasi berkelanjutan di tengah perubahan kondisi global.

Di tengah perubahan lanskap ekonomi global yang kian dinamis, Indonesia perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Tantangan seperti dinamika geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan terhadap ruang fiskal menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara cermat. Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah, sektor keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

Head of Economics Portfolio Alignment and Sustainability, Danantara Indonesia, Masyita Crystallin mengungkapkan dalam keynote speech pentingnya peranan instrumen strategis yang dimiliki Indonesia seperti Danantara dalam menghadapi fragmentasi geopolitik, volatilitas energi, dan perubahan arsitektur perdagangan global.

BACA JUGA: SMBC Indonesia-Pegadaian Ciptakan Nilai Jangka Panjang Ekonomi

“Fokus Danantara saat ini mencakup beberapa sektor strategis, yaitu mineral, digital energy, digital infrastructure, health care, financial service, kemudian infrastructure utility, industrial asset, food and industry. Poin terpenting, Danantara tidak hanya berfokus pada dampak ekonomi nasional dan menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan, tetapi juga bergerak aktif berdasarkan peluang investasi yang tersedia.”

Peranan dalam Menghadapi Dinamika Global

Head of Economics Portfolio Alignment and Sustainability Danantara Indonesia Masyita Crystallin (tengah), bersama Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar (dua kiri) beserta jajaran direksi di acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dengan mengusung tema “Resilience in a Shifting Global Landscape”, forum ini menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat strategi adaptif, serta mendorong investasi berkelanjutan di tengah dinamika global.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar, menyampaikan bahwa sektor keuangan memiliki peran strategis dalam memperkuat resiliensi ekonomi, khususnya dalam memastikan intermediasi yang optimal dan mendukung aliran investasi jangka panjang. Dalam konteks tersebut, perbankan harus mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan sektor usaha dengan peluang investasi yang terus berkembang.

“Kami melihat pentingnya menjaga stabilitas sebagai fondasi di era yang penuh ketidakpastian, sembari memastikan momentum pertumbuhan tetap terjaga. Di tengah dinamika global, hal ini membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor publik dan swasta. Sejalan dengan itu, SMBC Indonesia Economic Forum 2026 ini kami adakan dengan harapan dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemangku kepentingan, sekaligus memperkaya perspektif dalam merespons dinamika ekonomi ke depan,” ujarnya.

Perkuat Transformasi Ekonomi dan Kepercayaan Investor

Dari perspektif global, Distinguished Fellow Asia Research Institute National University of Singapore Kishore Mahbubani menyampaikan dalam menghadapi dinamika global saat ini, Indonesia dapat menerapkan beberapa pendekatan strategis. Salah satunya adalah dengan menjaga dan mengapresiasi konsistensi negara-negara ASEAN sebagai kawasan yang berhasil mempertahankan perdamaian tanpa perang besar selama 47 tahun terakhir.

“Menghadapi persaingan geopolitik, akan sulit bagi kita jika harus bergerak sendiri-sendiri. Namun secara kolektif, jika seluruh negara anggota ASEAN bersatu dan menyampaikan pesan yang sama maka dampaknya akan jauh lebih kuat. Itulah mengapa ASEAN menjadi instrumen yang sangat penting,” katanya.

Sementara itu, dari sudut pandang ekonomi makro, Ekonom Senior Raden Pardede menyoroti pentingnya transformasi struktur ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa bertumpu pada sumber daya alam, melainkan harus dimotori oleh inovasi teknologi dan digitalisasi.

“Transformasi ekonomi harus bergerak dari agriculture ke manufacturing, lalu ke services, dan pada saat yang sama diiringi peningkatan produktivitas serta kualitas SDM. Pada akhirnya, negara yang berhasil adalah negara yang mampu menguasai teknologi dan menciptakan industrialisasi bernilai tambah tinggi” kata Raden.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menekankan pentingnya menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini, khususnya untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor.

“Yang paling rasional bagi dunia usaha adalah kepastian. Dunia usaha tidak bisa diberikan ketidakpastian dan volatilitas, yang mereka butuhkan adalah arah kebijakan yang jelas, angka, dan data,” katanya.

Lebih lanjut, sesi panel diskusi bersama Lilis Setiadi, President Director, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan Arief Wana, Managing Partner, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk turut membahas bagaimana prospek pasar obligasi dan pasar saham di Indonesia di 2026 yang dinilai masih relatif positif. Pada pasar obligasi, volatilitas yang tinggi karena risiko global dan domestik perlu disiasati dengan agility dan diversifikasi melalui durasi portofolio yang lebih pendek dan seleksi ketat atas kualitas kredit dari obligasinya, sementara strategi investasi di saham menuntut selektivitas tinggi dengan fokus pada sektor berkelanjutan dan strategi defensif di tengah volatilitas saham dan rotasi sektor akibat geopolitik.

Melalui SMBC Indonesia Economic Forum 2026, SMBC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra strategis bagi nasabah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika ekonomi. Ke depan, SMBC Indonesia akan terus menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan komprehensif guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan.

Sekilas tentang SMBC Indonesia

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia)—sebelumnya PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN)—merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada Februari 2019. Dengan mengusung semangat “Bersama Lebih Bermakna”, SMBC Indonesia hadir untuk menciptakan lebih banyak pertumbuhan bermakna bagi masyarakat melalui beragam solusi keuangan inovatif dan komprehensif yang berpusat pada kebutuhan nasabah di berbagai segmen. SMBC Indonesia menyediakan produk dan layanan seperti pembiayaan hijau, produk dan layanan untuk nasabah pensiunan, untuk nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk nasabah perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang, layanan wealth management melalui Sinaya, serta layanan perbankan digital untuk masyarakat digital savvy melalui Jenius. Selain itu, SMBC Indonesia juga memiliki anak usaha, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk, yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif, serta perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha (OTO) untuk kendaraaan roda empat dan PT Summit Oto Finance (SOF) untuk kendaraan roda dua. Komitmen SMBC Indonesia untuk memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat luas juga tertuang melalui Daya, program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur melalui pelatihan secara reguler yang bertujuan mengembangkan kapabilitas serta kapasitas diri untuk kehidupan yang lebih bermakna.

Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Redaksi pada 21 Mei 2026