Bank Indonesia
Sabtu, 29 Agustus 2026 10:33 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jakarta, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, M. Noor Nugroho dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026.
Ajang CJIBF 2026 mencatat total kepeminatan sebanyak 60 sesi O3M yang diikuti oleh 38 pelaku usaha, 37 Letter of Intent (LoI) dan nilai rencana investasi sebesar Rp19,6 triliun.
Selain itu, sebagai komitmen untuk mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah, dalam CJIBF 2026 , sejumlah perusahaan melakukan penandatanganan berbagai kesepakatan.
Penandatanganan komitmen investasi yang terdiri atas Penanaman Modal Asing/PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN dari PT Hyrecmas Garam Nusantara (nilai investasi Rp681,84 miliar) di bidang industri produksi garam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal,
PT. Hailex Technology Indonesia (nilai investasi Rp175 miliar) di bidang industri sepatu olahraga di Kota Tegal), PT. Cipta Kreasi Wisata (nilai investasi Rp200 miliar) di bidang perhotelan, mal, sport center, gym dan agro wisata di Kabupaten Wonosobo, dan PT. Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung (nilai investasi Rp8,75 triliun) di bidang pengembangan kawasan industri pangan halal di Kabupaten Pemalang.
Kesepakatan Kemitraan Usaha, antara CV. Cita Nasional dengan CV. Capita Farm dengan nilai kerja sama kemitraan Rp1,11 miliar/tahun dalam bidang suplai susu sapi segar.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) Layanan Payroll antara Bank Jateng dengan CV. Jaya Setia Plastik dengan nilai investasi sebesar 1 miliar; dan selanjutnya dilakukan Penyerahan Dokumen Komitmen Investasi secara simbolis oleh PT. Yosun Tire and Rubber Indonesia kepada PT. Kawasan Industri Terpadu Batang.
PT Yosun Tire and Rubber Indonesia merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing asal Tiongkok yang bergerak di sektor industri otomotif, dengan pengembangan kawasan industri seluas kurang lebih 40 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang.
Dengan nilai transaksi sebesar Rp550 miliar dan komitmen investasi mencapai Rp4 triliun, investasi ini diharapkan dapat menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja serta memperkuat rantai pasok industri otomotif berorientasi ekspor di Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan E3i Java Project Waste to Energy di Jawa Tengah antara Energy3 International, Inc. dengan 7 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
Hal ini merupakan inisiasi yang baik dalam bentuk pembangunan pengolah sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan bahan bakar minyak terbarukan dengan nilai investasi dalam MoU sebesar Rp5,2 triliun.
Berbagai kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepastian tindak lanjut, membangun kemitraan antarpelaku usaha, serta mempercepat transformasi kepeminatan rencana investasi menjadi realisasi investasi yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian Jawa Tengah. (-)
Bagikan