Santri Hafal 30 Juz Alquran di Jawa Tengah Dapat Uang Tali Asih Rp1 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 16:58 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

alquran.jpg
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen menyerahkan uang tali asih Rp1 juta untuk santri penghafal 30 juz Alquran diberikan tanpa memandang asal santri. (ilustrasi/dok. Jatengprov)

Kudus, Jatengaja.com  - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memberikan uang tali asih Rp1 juta kepada para santri yang belajar atau mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Tengah hafal 30 juz Alquran.

Wakil Gubernur (Wagub) Jaateng, Taj Yasin Maimoen menyatakan tali asih Rp1 juta untuk santri penghafal 30 juz Alquran diberikan tanpa memandang asal santri. 

“Semua santri, baik dari Jawa Tengah atau luar provinsi  yang menghafal Alquran di Jateng, maka berhak menerima tali asih tersebut,” kata Taj Yasin pada  Haflatul Hidzaq ke-5 Pondok Tanfidz Putri Yanbu’ul Quran 2, Kudus, Rabu 10 Juni 2026.
Ubah Lahan Pertanian Jadi Tambak Udang, Pengusaha Asal Batang Jadi Tersangka

Dalam kesempan itu, wagub Jateng secara simbolis menyerahkan  uang tali asih kepada 76 santri putri penghafal 30 juz Alquran dari Pondok Pesantren Tanfidz Putri Yanbu’ul Quran 2 Kabupaten Kudus.

Dari 76 santri putri penerima uang tali asih dari Pemerintah Provinsi Jateng, sebanyak 19 santri putri berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, hingga Kalimantan.

“Berharap kepada para penghafal Alquran akan memberikan berkah kepada jalannya roda pemerintahan di Jawa Tengah,” harap Taj Yasin. 

Santri putri asal Karawang, Jawa Barat, Lintang Parahita, menyatakan sangat senang usai menjadi salah satu penerima tali asih tersebut.

“Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan tali asih itu. Rencananya ditabung untuk melanjutkan kuliah di Mesir," ujarnya. 

Senada disampaikan santri putri asal Surabaya, Filda Rania. Ditemui usai prosesi wisuda, Rania mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Pemprov Jateng atas tali asih yang diterimanya. "Semoga berkah dan sukses selalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya. (-)