jawa tengah
Selasa, 21 Juli 2026 10:47 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jakarta, Jatengaja.com - Penyelenggaraan siaran pertandingan sepak bola Piala Dunia FIFA 2026 yang ditayangkan TVRI memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan rangkaian kegiatan yang terkait dengan siaran Piala Dunia yang digelar TVRI menghasilkan perputaran uang senilai Rp5,03 triliun.
Menurut Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen Piala Dunia 2026.
Meliputi belanja hak siar, periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise, transaksi di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), kegiatan nonton bareng (nobar), hingga aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Festival Rakyat 2026.
Ia menyatakan manfaat ekonomi Piala Dunia 2026 tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pelaku UMKM di berbagai daerah.
"Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah,” Kukrit dilansir dari Infopublik.id, Selasa 21 Juli 2026.
Dampak ekonomi tersebut, lanjut Kukrit, merupakan hasil kolaborasi TVRI dengan pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, serta tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan turnamen.
Hal itu diperkuat hasil survei Lokadata bersama TVRI terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7-13 Juli 2026. Survei menunjukkan 91,5 persen responden mengikuti Piala Dunia 2026, sementara 62,2 persen di antaranya menyaksikan pertandingan secara langsung melalui siaran TVRI.
Survei juga menunjukkan kegiatan nonton bareng (nobar) menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, karena 78,1 persen responden mengikuti nobar sedikitnya satu kali selama turnamen, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia.
Pengeluaran tersebut digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data internet, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku UMKM.
"Inilah bukti bahwa momentum olahraga internasional dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Ketika pos ronda, balai warga, atau lapangan kampung berubah menjadi ruang nonton bersama, pada saat yang sama tumbuh aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," jelas Kukrit.
Sementara, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan siaran Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas tayangan, tetapi juga dari manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat.
Ia mengapresiasi dukungan KADIN Indonesia, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas, pelaku UMKM, mitra penyiaran, relawan, serta masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan on-air maupun off-air selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.(-)
Bagikan