Pengeringan Rumput Laut Tak Lagi di Pinggir Jalan, Tapi Bisa Dalam Ruangan

Senin, 31 Agustus 2026 17:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

undip jamur.jpg
(dok. Humas Undip)

Brebes, Jatengaja.com  - Selama ini pelaku usaha rumput laut untuk mengeringkan bahan tersebut dengan cara dijemur di pinggir tambak atau jalan desa dengan memanfaatkan panas sinar matahari.

Kondisi membuat proses produksi sangat bergantung pada cuaca dan berisiko menyebabkan rumput laut terpapar debu, kotoran, serta berbagai sumber kontaminasi dari lingkungan sekitar.

Namun, saat ini Tim dosen dan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang memperkenalkan teknologi sistem pengeringan rumput laut dalam ruang tertutup mengunakan sumber panas hibrida surya–biomassa.

Kegiatan ini telah dilakukan kepada pelaku usaha rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Teknologi ini memanfaatkan sumber panas hibrida surya–biomassa untuk mempercepat proses pengeringan sekaligus meningkatkan kualitas rumput laut kering yang dihasilkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Penerapan teknologi tersebut dilaksanakan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis–SINERGI, khususnya skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi. 

Program Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini berfokus pada penguatan kolaborasi yang berdampak antara perguruan tinggi dan mitra industri.

Dalam pelaksanaannya, UNDIP dan Unwahas bekerja sama dengan PT Mutiara Global Industry melalui mekanisme co-funding, co-contribution, dan co-creation. 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus mendorong hilirisasi produk rumput laut kering bermutu dan bernilai jual lebih tinggi.

Desa Randusanga Kulon dipilih karena memiliki potensi budi daya rumput laut yang dapat dikembangkan melalui transfer teknologi terpadu. 

Melalui Program SINERGI, proses pengeringan dipindahkan ke dalam bangunan tertutup yang dirancang untuk menciptakan kondisi pengeringan yang lebih bersih dan terkendali. 

Bangunan tersebut memanfaatkan energi surya sebagai sumber panas utama dan biomassa sebagai sumber panas pendukung. 

Penggabungan kedua sumber energi itu memungkinkan proses pengeringan tetap berlangsung ketika intensitas sinar matahari berkurang atau kondisi cuaca kurang mendukung.

Sirkulasi udara di dalam ruang pengering didukung oleh blower dan fan exhaust untuk membantu meratakan aliran udara panas pada bahan. 

Rumput laut ditempatkan pada rak-rak pengering sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah maupun permukaan lantai bangunan, sehingga proses pengeringan diharapkan berlangsung lebih higienis, efisien, dan konsisten dibandingkan dengan penjemuran terbuka.

Ketua Tim SINERGI dari Undip, Prof Dr Moh. Djaeni, menjelaskan penerapan sistem pengeringan tertutup berbasis energi hibrida merupakan bagian dari kolaborasi hilirisasi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 

“Teknologi ini mempercepat proses pengeringan yang semula 18 jam menjadi 8 jam, serta membantu pelaku usaha menjaga kebersihan serta meningkatkan konsistensi kualitas produk rumput laut kering,” katanya.

Penggunaan ruang tertutup dapat melindungi rumput laut dari hujan, debu, hewan, dan sumber cemaran lainnya selama proses pengeringan. 

Dukungan panas dari biomassa juga mengurangi ketergantungan proses produksi pada sinar matahari, sehingga  pelaku usaha memiliki peluang untuk menjalankan proses pengeringan secara lebih berkelanjutan dan menghasilkan produk bermutu yang lebih seragam.

Tim SINERGI diketuai Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.T., dengan anggota dari Undip, Prof Aji Prasetyaningrum, S.T., M.Si.; Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T, M.T, dari Teknik Kimi,  dan Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si, dari FPIK.

Sedangkan Tim dari Unwahas terdiri atas Dr. Laeli Kurniasari, S.T., M.T., dan Agung Nugroho, S.T, M.T, dengan keilmuan Teknik Kimia dan Teknik Mesin.(-)