“SiKeP KenDI” Disperindag Jateng Permudah Pemeliharaan Kendaraan Dinas
Semarang, Jatengaja.com – Selama ini, pengelolaan pemeliharaan kendaraan dinas masih dilakukan secara manual dan tercatat terpisah-pisah.
Riwayat servis tidak terhimpun dalam satu tempat, usulan perbaikan umumnya baru muncul setelah kendaraan rusak, sehingga pemeliharaan berjalan reaktif, perencanaan biaya sulit disusun secara akurat, dan pengendalian oleh pimpinan tidak dapat dilakukan secara real time.

Atas dasar itulah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia SE MM secara resmi meluncurkan inovasi “SiKeP KenDI” (Sistem Kendali Pemeliharaan Kendaraan Dinas), aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas yang digagas Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Sigit Hendraryadi SE MAk. SiKeP KenDI hadir untuk menjawab kondisi tersebut.
- Tim UII Yogyakarta Raih Juara Beregu Campus League Badminton Regional Semarang
- Kapolri Hadiri Silaturahmi Akbar 6.500 Eks Anggota Jemaah Islamiyah di Sukoharjo
- Tingkatkan Pembayaran Digital, BI Jateng Gelar Pekan QRIS Nasional 2026
Peluncuran berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 4 Semarang, satu rangkaian dengan Sosialisasi Pembinaan Disiplin Pegawai bersama narasumber Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah.
“Seluruh kendaraan dinas kini tercatat dalam satu basis data dengan riwayat pemeliharaan digital yang terus diperbarui. Usulan servis diajukan melalui sistem dan diverifikasi berjenjang, sehingga alurnya jelas dan terekam,” ujar Sigit.
Permudah Perawatan
Dikatakan, fitur utama SiKeP KenDI meliputi profil dan riwayat pemeliharaan digital per kendaraan, pengajuan servis dan verifikasi berjenjang disertai dokumentasi foto pekerjaan sebelum pembayaran.
Kemudian pengingat otomatis jadwal servis berkala dan kewajiban administratif kendaraan, seperti masa berlaku pajak dan ketidaksesuaian dengan Standar Harga Satuan. Juga pencatatan hasil pekerjaan bengkel mitra serta laporan yang dapat dipantau pimpinan setiap saat.
Dalam sambutannya, July Emmylia menyampaikan bahwa kendaraan dinas merupakan aset penunjang kelancaran tugas organisasi sehingga pemeliharaannya perlu dilakukan secara tertib, terencana, dan terpantau.

Melalui sistem ini, pemeliharaan bergeser dari reaktif menjadi preventif, kebutuhan biaya disusun berdasarkan data, dan penggunaan anggaran menjadi lebih transparan serta mudah dipertanggungjawabkan, termasuk pada saat pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
- Dishub Jateng Luncurkan Transformasi Taksi Listrik Hingga Pembayaran Nontunai
- KH Anwar Iskandar Resmi Kukuhkan Kepengurusan MUI Jateng 2026-2031
- Ribuan Orang Jateng Bersholawat, Doakan Korban Gempa di NTT dan Kebakaran Hutan
“Yang tidak kalah penting, kendaraan yang terawat berarti keselamatan bagi pegawai yang menggunakannya,” tuturnya.
Kepala Dinas menegaskan aksi perubahan ini tidak berhenti pada hari peluncuran. Peluncuran hari ini merupakan capaian jangka pendek; pada jangka menengah sistem akan disempurnakan dan diperluas kepada seluruh pengguna kendaraan dinas di lingkungan Disperindag Provinsi Jawa Tengah, sedangkan pada jangka panjang diharapkan melekat dalam tata kelola aset dan dapat direplikasi oleh perangkat daerah lain.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Ardian Agung Witjaksono SE MM, selaku mentor aksi perubahan, menyatakan dukungannya terhadap inovasi ini.
“Digitalisasi pencatatan, dokumentasi bukti pekerjaan, dan verifikasi berjenjang membuat pengendalian intern atas belanja pemeliharaan menjadi lebih kuat dan tertelusur. Kuncinya kini ada pada integritas dan konsistensi seluruh pengguna dalam memanfaatkan sistem,” ujarnya.
SiKeP KenDI dikembangkan bersama PT Darmawan Multi Corp selaku pengembang aplikasi dan Sigma Bengkel Service selaku bengkel mitra, serta telah melalui rekomendasi teknis Dinas Komunikasi dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah.
Dukungan dan masukan juga diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah serta Inspektorat Provinsi Jawa Tengah melalui review SOP dan dukungan melalui Penggalangan Komitmen Bersama. Disperindag Jawa Tengah berharap inovasi ini benar-benar diterapkan, dimanfaatkan, dievaluasi, dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi. (-)
