Undip
Senin, 29 Juni 2026 22:19 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Dukung cegah stunting, Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil memproduksi biskuit untuk ibu hamil bernama D’biscu.
Produk biscuit D’biscu ini merupakan pangan tambahan untuk ibu hamil yang berbasis bahan lokal untuk mencegah terjadinya stunting sejak masa kehamilan.
Saat ini, D’biscu telah memperoleh sertifikasi halal, memenuhi SNI, dan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga telah dipasarkan di masyarakat.
Ketua Tim Peneliti Undip, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, menyatakan biscuit D’biscu berbasis bahan pangan lokal seperti jahe, kacang hijau, dan kacang merah yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral penting bagi ibu hamil.
“Bahan dasar biskuit ini sengaja diambil dari bahan-bahan lokal Indonesia yang kaya akan gizi dan manfaat,” katanya melalui rilis bidang humas Undip di Semarang, Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan semisal jahe memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta membantu mengurangi keluhan mual dan muntah yang umum dialami ibu hamil pada trimester awal.
Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, folat, zat besi, dan serat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, mendukung pertumbuhan janin, serta membantu mencegah anemia pada ibu hamil.
Sedangkan kacang merah mengandung protein, zat besi, magnesium, kalium, dan serat pangan yang berkontribusi dalam menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan asupan energi, serta mendukung perkembangan janin yang optimal.
“Kombinasi ketiga bahan lokal tersebut menghasilkan produk pangan fungsional yang bergizi tinggi dan memiliki nilai tambah kesehatan bagi ibu hamil dan calon bayi,” ujar Prof Diana.
Menurut Prof Diana, sebelum dikomersialisasikan, D’biscu telah melalui tahapan penelitian, pengembangan produk, uji penerimaan (acceptability test), serta implementasi lapangan melalui kegiatan edukasi dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil di Kota Semarang.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui jaringan 37 Puskesmas di 16 kecamatan, sehingga produk tidak hanya dikembangkan di laboratorium, tetapi juga telah diterapkan pada sasaran nyata di masyarakat.
Pada tahap implementasi, 185 ibu hamil menjadi penerima manfaat langsung melalui kegiatan edukasi gizi dan pemberian D’biscu sebagai PMT.
Selain mengevaluasi penerimaan produk, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan stunting.
“Melalui D’biscu, kami tidak hanya menghasilkan produk pangan yang bergizi, tetapi juga membangun model kolaborasi yang mampu menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Harapan kami, inovasi produk pangan ini, dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” harapnya.
Prof. Diana menambahkan saat ini D’biscu sedang dalam proses produksi sebagai salah satu bahan intervensi kegiatan ekspedisi patriot 2026 khususnya di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. (-)
Bagikan