Pemprov Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama dengan Nilai Capai Rp20,2 Triliun

Kamis, 06 Agustus 2026 22:27 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

gub jateng.jpg
dGubernur Jateng Ahmad Luthfi (kanan) dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menunjukkan naskah kerja sama di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Kamis 6 Agustus 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Samarinda, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama berbagai sektor dengan nilai potensi ekonomi mencapai Rp20,2 triliun. 

Kerja sama ini antara lain mencakup sektor perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, hingga dukungan terhadap proyek yang berada di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

penandatanganan naskah kerja sama  dilakukan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalintan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Kamis 6 Agustus 2026.

Kemudian naskah kerja sama teknis dilakjukan masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, asosiasi, dan bupati/walikota kedua provinsi tersebut.

Sedangkan kerja sama itu mencakpu sektor pangan dengan  membuka potensi perdagangan komoditas dari Jawa Tengah ke Kalimantan Timur, antara lain telur sekitar 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, dan beras 6.119 ton, dengan potensi transaksi sekitar Rp237,75 miliar. 

Kerja sama juga mencakup pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan, dengan potensi nilai sekitar Rp2,1 triliun per tahun. 

Di sektor perindustrian dan perdagangan, terdapat potensi kerja sama sekitar Rp36 miliar per tahun. Di sektor kelautan dan perikanan, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat perdagangan dan rantai pasok dengan nilai sekitar Rp2,238 miliar per tahun.

Kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif juga memiliki potensi yang baik dengan estimasi transaksi langsung sekitar Rp21 miliar per tahun, kemudian multiplier effect sektor pariwisata sekitar Rp36 miliar per tahun. 

Dari sisi BUMD, salah satu kerja sama yang memiliki potensi aktivitas bisnis terbesar adalah sinergi Bank Jateng dengan Bank Kaltimtara dengan potensi sekitar Rp15 triliun per tahun.

Ada juga kerja sama Jamkrida Jateng dengan Jamkrida Kaltim melalui skema co-guarantee untuk proyek di IKN. Total proyeksi nilai proyek yang didukung mencapai sekitar Rp1,34 triliun, dengan proyeksi imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,452 miliar per tahun.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berharap, perjanjian kerja sama tersrbut segera kita realisasikan kegiatannya, sehingga dengan adanya keterbatasan fiskal dan geopolitik dunia, tetap bisa melakukan upaya-upaya pembangunan wilayah.

Sementara, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengatatakan, kerja sama ini merupakan kolaborasi yang saling menguntungkan dan saling melengkapi antara Jateng dan Kaltim, di mana Kaltim memiliki sumber daya alam sedangkan Jateng  memiliki industri pengolahan, UMKM dan sebagainya.

"Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Supaya kita tidak tergantung dengan APBN ataupun dana transfer pusat ke daerah," katanya.(-)