kendaraan bermotor
Kamis, 08 Oktober 2026 20:57 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membuka peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Malaysia, mulai dari akses kuliah bagi pelajar, dan ASN hingga pengembangan pendidikan vokasi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sunarto, mengatakan perguruan tinggi di Malaysia terbuka bagi pelajar Indonesia, termasuk bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun S3.
“Perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Malaysia open untuk siswa-siswa dari Indonesia atau bahkan bagi ASN yang ingin melanjutkan S2, S3 di sana sangat terbuka,” kata Sunarto di sela Seminar Strategik dan Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, salah satu peluang yang menarik untuk dikembangkan adalah kerja sama pendidikan vokasi, di mana siswa SMA dan SMK di Jawa Tengah dapat memperoleh peluang untuk mengembangkan keterampilan, melalui politeknik yang ada di Malaysia.
Khusus bagi ASN, Sunarto menambahkan, kesempatan melanjutkan pendidikan di Malaysia tetap harus ditempuh melalui prosedur dan perizinan kepegawaian.
Dengan demikian, kualifikasi pendidikan yang diperoleh hingga jenjang doktoral, dapat digunakan dalam pengembangan karier kepegawaian sesuai ketentuan.
“Kalau nanti ada ASN yang ingin melanjutkan perguruan tinggi Malaysia, secara prosedural perizinan juga harus ditempuh, sehingga kualifikasi pendidikan sampai tingkat doktoral nanti, bisa digunakan sebagai karier kepegawaian bagi ASN di Jawa Tengah,” terangnya.
Sunarto menambahkan pihaknya juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk beasiswa dengan pendidikan tinggi di Malaysia yang dapat diarahkan pada pilihan program studi, yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam pameran tersebut ada sebanyak delapan institusi pendidikan tinggi negeri dan swasta di Malaysia, yang hadir menawarkan berbagai program .
Sementara, Menteri Kedutaan (Pendidikan) merangkap Pengarah Education Malaysia Indonesia, Hasnul Faizal Hushin Amri, menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Malaysia menawarkan kerja sama yang lebih luas dengan Pemprov Jawa Tengah, terutama di dunia pendidikan.
“Kerja sana diharapkan tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa, tetapi berkembang pada pendidikan, pelatihan, mobilitas, hingga program KKN internasional dan edutourism,” ujarnya.
Menurut Hasnul, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi program awal, karena dinilai memiliki potensi ekonomi dan kemampuan yang mendukung pengembangan kerja sama.
“Education Malaysia Indonesia di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta akan menjadi penghubung bagi Pemprov Jawa Tengah, untuk membuka akses kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia,” katanya. (-)
Bagikan