Mohammad Saleh Dukung Pengembangan Armada Bus Listrik Trans Jateng

Minggu, 14 Juni 2026 20:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

saleh.jpg
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mendukung rencana pengembangan armada bus listrik untuk layanan Trans Jateng. (istimewa)

Semarang, Jatengaja.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mendukung rencana pengembangan armada bus listrik untuk layanan Trans Jateng sebagai bagian dari modernisasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Saleh, penggunaan bus listrik untuk Trans Jateng menjadi langkah positif dalam mendorong sistem transportasi publik yang lebih efisien, modern, dan rendah emisi di Jawa Tengah (Jateng).

"Pengembangan bus listrik merupakan langkah yang baik untuk mendukung transportasi massal yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik," katanya  di Semarang. 

Pemerintah Provisi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah menyiapkan 14 unit bus listrik untuk pengembangan koridor baru Trans Jateng dengan rute Temanggung-Kota Magelang-Kabupaten Magelang yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Selain untuk pembukaan koridor baru, sebanyak 14 unit bus listrik juga disiapkan untuk program peremajaan armada Trans Jateng di koridor Bawen-Kota Semarang.

Lebih lanjut Saleh menyatakan, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transportasi berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak pencemaran udara.

Meski demikian, ia mengingatkan pengembangan bus listrik juga harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung agar operasional layanan dapat berjalan optimal.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan penunjang, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik strategis.

“Kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting. Jangan sampai armada sudah tersedia, tetapi fasilitas pendukungnya belum memadai,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh juga menilai perlu adanya kajian matang terkait skema pengadaan dan operasional bus listrik agar implementasinya berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Saat ini, kedua skema pengembangan tersebut masih dalam tahap kajian untuk menentukan model penerapan yang paling tepat.

Pengembangan transportasi massal berbasis listrik juga dapat menjadi bagian dari upaya menekan kemacetan serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Kalau transportasi publik semakin nyaman dan modern, masyarakat tentu akan lebih tertarik menggunakan angkutan umum,” ujar Mohammad Saleh.

Selain aspek lingkungan, ia menilai modernisasi transportasi juga dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 “Harapannya, transportasi publik di Jawa Tengah semakin maju, nyaman, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” harap Saleh. (-)