Kepala BMKG Sebut Jateng Berpotensi Cuaca Buruk, Agar Waspada Banjir dan Longsor

Senin, 02 Januari 2023 18:55 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bencana bmkg.jpg
Kepala BMKG (kiri) Sebut Jateng Berpotensi Cuaca Buruk, Agar Waspada Banjir dan Longsor (Jatengaja.com/dok. Humas Pemprv Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) memprediksikan Jawa Tengah masih berpotensi mengalami cuaca buruk, turun hujan lebat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan hujan lebat kemungkinan bisa terjadi di beberapa kabupaten terutama wilayah tengah di Jawa Tengah (Jateng).

“Mengimbau agar masyarakat supaya mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor di wilayah pegunungan,” katanya usai mengikuti ‘Rapat Koordinasi Kebencanaan’ tingkat Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (2/1/2023).

Selain hujan, lanjut Dwikor juga angin kencang perlu diwaspadai. Kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan diprediksikan mencapai 35 knot itu sekitar 60 km/jam. ta.

Mantan Rektor UGM itu mengatakan gelombang tinggi juga diprediksi terjadi di pantai Selatan Jateng dengan ketinggian mencapai 3-4 meter. Termasuk di Kepulauan Karimunjawa dan akan terjadi hingga 2-3 hari ke depan.

“Untuk banjir rob akan terjadi cukup panjang, mulai hari ini Senin (2/1/2023) sampai kemudian gelombang banjir rob berikutnya maksimal 6-15 Januari,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca ini, Dwikora meminta para nelayan di Jateng untuk semenatar tidak melaut karena demi keselamatan.

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo juga mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi turun hujan lebat. 

“Wajib supaya selalu membaca informasi dari BMKG karena angin kencang masih berpotensi dan membahayakan. Termasuk waspada rob karena bulan purnama,” ujarnya.

Ganjar meminya agar melakukan minta patroli tanggul, karena ada angin kencang supaya pohon yang tinggi dipangkas .

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang hadir dan turut serta dalam rapat tersebut meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk aktif menyampaikan kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat juga tahu paham bahwa pemerintah pusat dan daerah ini tidak tinggal diam tetap bekerja dan kami berkomitmen bahwa keselamatan rakyat ini menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BNPB juga memberikan bantuan anggaran operasional. Masing-masing kabupaten/kota Rp250juta ditambah logistik berupa makanan beras mie gula dan segala macam yang siap pakai masing-masing senilai Rp100 juta.

“Untuk pengendalian provinsi juga diberikan anggaran Rp1 miliar. Kemudian hasil rapat yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah secara langsung dalam masa tanggal darurat jangka pendek ini di samping tadi anggaran operasional dan logistik pemerintah pusat melalui BNPB juga akan membantu kebutuhan-kebutuhan lainnya,” ujarnya. (-)