anak muda
Rabu, 09 September 2026 13:16 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jakarta, Jatengaja.com - Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI take down atau menurunkan sebanyak 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif sepanjang Januari hingga Agustus 2026,
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan penindakan tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat, khususnya pencari kerja dan calon pekerja migran Indonesia dari penipuan yang beredar melalui ruang digital.
“Selama Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif. Kami tidak akan membiarkan ruang digital menjadi sarana untuk menipu pencari kerja,” katanya di Jakarta Pusat dilansirdari Infopublik.id, Rabu 9 September 2026.
Menurut Meutya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memperkuat pengawasan ruang digital memantau penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri.
“Pemerintah berkomitmen menjaga ruang digital agar tetap aman dan tidak dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengeksploitasi masyarakat,” tanda Menkomdigi.
Sebelumnya, BP2MI melalui Unit Patroli Siber melakukan pemantauan terhadap berbagai iklan dan konten digital yang menawarkan kesempatan bekerja di luar negeri, terutama konten yang berpotensi menjadi pintu masuk perekrutan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural.
Berdasarkan pemantauan sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 10.504 laporan mengenai dugaan iklan lowongan kerja fiktif disampaikan kepada Kemkomdigi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.908 tautan telah diturunkan atau sekitar 78 persen.
Meutya mengatakan penindakan terhadap konten penipuan akan terus diperkuat melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Penindakan akan terus kami perkuat dan percepat bersama kementerian serta lembaga terkait. Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban," tegasnya.
Meutya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menerima tawaran pekerjaan melalui internet.
Perlu memastikan informasi lowongan kerja berasal dari sumber dan kanal resmi sebelum memberikan data pribadi maupun mengikuti proses perekrutan.
“Verifikasi terhadap keaslian informasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan daring.” ujarnya.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani,sebelumnya menyatakan iklan lowongan kerja fiktif umumnya dikemas secara menarik dan menawarkan kemudahan bekerja di luar negeri.
“Konten semacam itu berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus menjadi pintu masuk perekrutan pekerja migran secara nonprocedural,” ujarnya.
Karena itu, pengawasan terhadap konten lowongan kerja fiktif perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat juga diimbau tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri yang menjanjikan penghasilan besar atau proses mudah tanpa informasi mengenai prosedur penempatan yang jelas. (-)
Bagikan