Kapolri
Sabtu, 26 September 2026 21:29 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Rembang, Jatengaja.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menggelar Ngaji Kebangsaan bersama KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti 700 peserta secara langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah sekitar Rembang, Sabtu 26 September 2026.
Ngaji Kebangsaan juga diikuti sebanyak 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran seluruh Indonesia secara daring.
Kegiatan diawali pembacaan Alquran Surat Ali Imran ayat 133-135 oleh Ipda Asraldi, S.Ag dan santri Ahmad Dzul Fahmi Al-Fakhomi.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menyatakan Polri sebagai umara memiliki perjalanan panjang dalam menjalankan tugas bersama para ulama.
Kehadiran ulama, lanjut Kapolri, memberikan tuntunan spiritual bagi personel Polri agar tetap berada pada jalan pengabdian, menjaga amanah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat.
“Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Kapolri.
Sementara, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing masyarakat menuju kebaikan.
Untuk itu kesadaran menaati aturan tidak semata-mata lahir karena adanya aparat, tetapi juga karena keyakinan bahwa setiap perbuatan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah.
“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Gus Baha.
Gus Baha juga mengingatkan sikap kebangsaan dan nasionalisme perlu diwujudkan dalam perilaku sosial, antara lain dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menyampaikan hal-hal baik tentang bangsa.
“Harapan saya Polri terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat dengan kesadarannya sendiri ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Gus Baha.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kehadiran Polri di tengah ulama juga menjadi momentum untuk belajar dari keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sosok Gus Baha yang dikenal sederhana dan menghadirkan keteduhan dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri untuk mengedepankan kesederhanaan, kerendahan hati dan sikap humanis dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Yuliyanto mengatakan, Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha menjadi momentum penting bagi personel Polri untuk memperkuat kembali landasan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Ngaji Kebangsaan ini menjadi ruang bagi anggota Polri untuk kembali mengingat hakikat pengabdian. Pesan Gus Baha sangat relevan dengan tugas Polri yang senantiasa hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujarnya.(-)
Bagikan