Jelang Idulfitri 2026, BI Sebut Penjualan Eceran di Jateng Meningkat

Selasa, 17 Maret 2026 17:41 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

belanja.jpg
Jelang Idulfitri, BI Sebut Penjualan Eceran di Jateng Meningkat. (Ilustrasi/Internet)

Semarang, Jatengaja.com - Bank Indonesia menyebutkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari 2026 di Jawa Tengah secara tahunan (year on year/yoy) tumbuh sebesar 16,97 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 36,14%; Suku Cadang dan Aksesoris sebesar 25,85%,  dan Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 25,78%.

“Secara bulanan (month to month/mtm), IPR bulan Januari 2026 tumbuh sebesar 19,21 persen  atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,69 persen,” Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng), Andi Reina Sari H dalam keterangan tertulis, Selasa 17 Maret 2026.

Menurut ia, hal ini didorong peningkatan pada Kelompok Barang Makanan, Minuman & Tembakau (28,82%); Barang Budaya dan Rekreasi (13,48%); dan Peralatan Informasi dan Komunikasi (2,74%). 

Prakiraan kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 secara tahunan meningkat sebesar 10,14% (yoy) ditopang oleh prakiraan pertumbuhan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (31,57%); Suku Cadang dan Aksesoris (21,39%); dan Sub Kelompok Sandang (19,37%). 

Prakiraan peningkatan secara bulanan (mtm) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,25%, terutama didorong oleh Kelompok Barang Makanan, Minuman, dan Tembakau (16,91%); Sub Kelompok Sandang (7,54%); dan Barang Lainnya (3,46%). 

“Prakiraan pertumbuhan disebabkan meningkatnya penjualan pada Bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idulfitri 2026,” ujarnya.

Dari sisi harga, tekanan inflasi di Kota Semarang untuk tiga dan enam bulan yang akan datang (April dan Juli 2026) diprakirakan menurun

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang tercatat 156,8 atau menurun dari bulan sebelumnya sebesar 181,58. Sementara itu, IEH Juni 2026 tercatat 167,11 atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 176,3. 

Penurunan prakiraan tekanan inflasi tersebut sejalan dengan prakiraan peningkatan pasokan pada periode masa panen yakni April dan Juli 2026. (-)