Gubernur
Sabtu, 07 Maret 2026 17:51 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, jatengaja.com - Masyarakat Jawa Tengah tidak perlu khawatir kekurangan pangan mengahadapi Lebaran 2026, karena stok beras tercatat surplus sekitar 1,5 juta ton.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, Dyah Lukisari ketersediaan komoditas pangan sesuai proyeksi sampai akhir Maret mendatang nanti masih mengalami surplus.
“Komoditas beras surplus sekitar 1,5 juta ton, telur sekitar 135 ribu ton, gula pasir 54.000 ton, dan minyak goreng 5.000 liter,” katanya di sela menghadiri Gerakan Pangan Murah di Kota Semarang, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menegaskan ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga menjadi krusial selama hari besar keagamaan nasional, seperti Idulfitri, karena menyangkut kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah sekalipun ada pengungkit nanti kita masih bisa mencukupi kebutuhan pangan baik untuk warga Jawa Tengah maupun pemudik dari luar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pangan, sejumlah kegiatan sudah dilakukan, antara lain pemantauan bersama dengan Satgas Pangan Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten/Kota, bahkan kolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Polda, dan Polres.
Fokus pemantauan masih ke beras, hasilnya harga beras ada yang bergejolak di pasar. Memang ada komoditas lain yang mengalami gejolak harga, seperti harga cabai.
Pengecekan di beberapa lokasi ditemukan harga cabai saat ini kondisinya masih tinggi atau di atas harga acuan pemerintah, maka nantinya akan dilakukan intervensi langsung.
"Kami sudah lakukan program penyaluran subsidi harga untuk cabai melalui penugasan ke BUMD Jateng Agro Berdikari sekitar tiga ton. Kami akan lanjutkan dengan melihat kondisi harga cabai, daerah mana yang masih tinggi. Sejauh ini memang cabai dan daging sapi yang agak naik harganya," papar Dyah.
Sementara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, diperkirakan ada sekitar 17 juta pemudik akan masuk ke Jawa Tengah, jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan. Karenanya, harus diantisipasi sejak awal dengan operasi pasar terus dilakukan.
“Saya minta tolong tetap lakukan Gerakan Pangan Murah, terus cek pasar agar tahu pergerakan harga. Gunakan satgas pangan di masing-masing kabupaten/kota untuk menghindari penimbunan dan panic buying,” tandas gubernur Jateng. (-)
Bagikan