Jaga Stabilitas Harga Pangan, BI dan Pemprov Jateng Kembali Gelar GPM

SetyoNt - Jumat, 06 Maret 2026 16:50 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng) M. Noor Nugroho dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (dua tiga dan empat dari kanan) pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3/2026). (Istimewa)

Semarang, Jatengaja.com - Guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfifri 1447 Hijiriah/2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) serta instansi terkait kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan melalui Gerakapan Pangan Murah untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau pada Ramadan dan hingga Idulfitri mendatang.

“Gerakan pasar murah ini merupakan langkah konkret, untuk menjaga stabilitas harga sekaligus ketersediaan bahan pangan khususnya pada Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan permintaan masyarakat,” katanya saat menghadiri GPM di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat 6 Maret 2026.

Hadir dalam GPM, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi sekaligus membuka kegiatan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jateng Dyah Lukisari, Camat Semarang Barat, serta bupati dan wali kota secara darling.

Sedangka komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak ini antara lain, beras dengan total 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, dan bawang putih 3.400 kilogram.

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan, langkah GPM ini diharapkan, mampu menahan kenaikan harga komoditas pangan yang biasanya mengalami peningkatan menjelang Lebaran atau Idulfitri.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga memastikan, distribusi pangan tetap lancar agar tidak terjadi hambatan pasokan saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang arus mudik.

“Kami juga mengimbau masyarakat, untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying,” pintanya.

Menurut Nugroho, saat ini pasokan pangan di Jateng saat ini dalam kondisi cukup dan terus dijaga pemerintah bersama berbagai pihak sehingga diharapkan tidak terjadi gejolak harga.

“Kami merasa optimistis melalui sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat stabilitas harga pangan di Jawa Tengah dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan baik,” ujarnya.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Andi Reina Sari menambahkan program GPM tidak hanya diinisiasi pemprov, tetapi secara pemerintah kabupaten dan pemerintah kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Jumlah pelaksanaan GPM di Jateng melampaui target awal yang diperkirakan sekira 227 kegiatan, karena pemerintah daerah turut menambah frekuensi pelaksanaan GPM di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Riena menjelaskan pelaksanaan GPM difokuskan pada komoditas pangan yang memiliki bobot besar terhadap inflasi, khususnya kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, dan gula, yang termasuk dalam kelompok sembako.

“Alhamdulillah untuk saat ini harga sembako di pasar di Jawa Tengah relatif terjaga dan stabil,” katanya.

Sementara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok penting dengan harga terjangkau, serta menekan inflasi.

"Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujaranya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS