Gubernur Luthfi Realokasi Anggaran Rp200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

Selasa, 09 Juni 2026 12:43 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

gub jalan.jpg
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kanan) melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar untuk mempercepat penaganan perbaikan jalan rusak. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah (Jatng), Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar untuk  mempercepat penaganan perbaikan jalan rusak.

Untuk itu, Ahmad Luthfi menyatakan akan membuat Perkada (Peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran untuk perbakan jalan rusak.

“Daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membat Perkada menggeser beberapa anggaran guna pemeliharaan jalan,” katanya usai Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin 8 Juni 2026.

Realokasi anggaran tersebut, lanjut Luthfi, dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah, yang sempat menurun karena  musim hujan yang panjang sampai awal tahun 2026.

Ia menjelaskan, dana realokasi tersebut diprioritaskan untuk jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat, antara lain jalan Randublatung-Cepu yang sempat dikomplain oleh masyarakat setempat. 

Selain itu juga untuk penanganan ruas jalan rusak yang ada sejumlah titik di wilayah Soloraya, dan ruas Jalan Keling-Kelet di Jepara.

“Pekerjaan memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar tidak melanggar peraturan. Jadi tidak bisa langsung, intinya kita bisa melakukan itu," jelas gubernur Jateng.

Sementara, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng, Henggar Budi Anggoro menambahkan, pada Perkada 2026 ini akan ada alokasi tambahan sekitar Rp200 miliar. 

Tambahan anggaran tersebut sudah diploting untuk usualan yang sudah diajukan. Titik lokasi yang akan menjadi sasaran tersebar di seluruh Jawa Tengah, termasuk ruas Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, Wonogiri dan Soloraya, dan beberapa titik lainnya.

Berdasarkan perhitungan terakhir, dengan adanya tambahan alokasi sekitar Rp200 miliar dan APBD Perubahan, kemantapan jalan diperkirakan akan kembali pada kisaran 93% bahkan bisa naik menjadi kisaran 95-96%.

"Jadi perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah melalui dua cara. Pertama, melalui Bidang Bina Marga dengan pengaspalan jalan dua lapis. Kedua, melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dengan pengaspalan satu lapis. Peningkatan jalan masuknya ke Bidang Bina Marga," kata Henggar. (-)