Gelaran Dieng Culture Festival 2026 Suguhkan Jazz Atas Awan

Selasa, 11 Agustus 2026 21:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

dieng.jpg
Ketua Pelaksana Dieng Culture Festival 2026, Alif Faozi (kanan) bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di kantor Gubernur di Semarang, Selasa 11 Agustus 2026 (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 akan berlangsung di Kawasan Candi Dieng, Kabupaten Banjarnegara pada 28-30 Agustus mendatang, suguhkan Jazz Atas Awan. 

Ketua Pelaksana Dieng Culture Festival 2026, Alif Faozi, mengatakan tema gelar ke-16 ajang DCF tahun ini adalah "Spirit of Harmony". 

“Tema ini sebagai bentuk semangat keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia lainnya, serta manusia dengan alam,” katanya usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Event yang lahir dari, oleh dan untuk masyarakat tersebut juga membawa misi bagaimana kegiatan dapat memberikan dampak positif bagi alam dan masyarakat di sekitar Dieng, serta wisatawan atau partisipan. 

Rencanannya sejumlah pelaku UMKM juga akan dilibatkan, seperti Batik Banjarnegara, caping, carica botol, purwaceng, hingga pelaku kopi di Banjarnegara.

"Sesuai dengan misi kami, Dieng Culture Festival menawarkan konsep pariwisata yang berkualitas,” ujar Alif.

Misi tersebut dihadirkan melalui berbagai kegiatan pariwisata berkelanjutan selama tiga hari dua malam di empat venue Kompleks Candi Dieng antara lain Venue Arjuna, Venue Pandawa, Venue Gatotkaca, dan kompleks Candi Dieng.

Alif menjelaskan, di Venue Gatotkaca akan ada festival kopi dan panggung hiburan; Venue Arjuna akan ada pelepasan aksi Dieng Bersih, festival domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, serta pagelaran seni tradisi.

Di Venue Pandawa terdapat panggung utama untuk Jazz Atas Awan, serta ada beberapa gelaran lain seperti minum purwaceng bareng hingga penerbangan lampion; kemudian venue di sekitar kompleks Candi Dieng yang akan menjadi lokasi kirab budaya.

"Pencukuran atau potong rambut anak gimbal akan ada di Candi Arjuna. Lebih kurang ada 10 anak gimbal yang akan dicukur," katanya.

Gelaran tahun ini juga menjadi penanda kembalinya Jazz Atas Awan yang pada tahun 2025 lalu diganti Simphony Dieng. Panitia juga akan memberikan konsep artistik yang berbeda dari tahun sebelumnya serta peningkatan fasilitas pelayanan bagi pengunjung.

Alif menambahkan pada gelaran DCF 2026 ini bertepatan dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, tetapi justru itu menjadi bagian dari daya tarik untuk melihat fenomena salju dan lain-lain. 

“Kami mengimbau masyarakat menyiapkan diri dengan kondisi tersebut sebelum datang ke DCF. Kami juga memiliki tiga paket partisipan yang berbeda karena nanti bertepatan dengan cuaca ekstrem. Paket Gold atau utama akan mendapatkan jaket tebal, paket kedua akan mendapatkan hoodie, dan paket ketiga akan mendapatkan t-shirt,” ujar Alif.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung event Dieng Culture Festival 2026, yang lahir dari Pokdarwis Pandawa di Dieng Kulon serta telah menjadi ikon Jawa Tengah bahkan nasional. 

Luthfi juga menyambut baik upaya panitia dalam mengkolaborasikan event budaya berkelanjutan, termasuk ikut menggaungkan kelestarian lingkungan melalui aksi Dieng Bersih.

"Festival ini sangat spesial, karena sudah menjadi destinasi nasional dan internasional. Kami dari Pemprov Jateng tentu sangat mendukung, dinas-dinas terkait nanti akan kita turunkan ke sana untuk mendukung kegiatan," katanya. (-)