BI Sebut Perekonomian Jateng Tetap Tumbuh, Ditopang Sektor Industri Pengolahan

SetyoNt - Selasa, 11 Agustus 2026 21:10 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho. (Jatengaja.com/SetyoNt)

Semarang, Jatengaja.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan II (April-Juni) 2026 tetap mengalami pertumbuhan yang kuat.

Pertumbuhan dari sisi pengeluaran terutama berasal dari konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto atau investasi.

“Sedangkan dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan terutama berasal dari industri pengolahan dan perdagangan,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, M Noor Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Agustus 2026.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dengan pangsa terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 59,73% tetap tumbuh kuat.

Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,31% (yoy), namun melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,08% (yoy). Pertumbuhan ditopang peningkatan mobilitas masyarakat Jawa Tengah terutama saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026 dan libur panjang.

Kinerja konsumsi masyarakat juga tercermin pada nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Triwulan II 2026 yang masih berada pada level optimis.

“Investasi dan konsumsi pemerintah turut menjaga kinerja perekonomian Jawa Tengah dari sisi pengeluaran,” ujar Noor.

Investasi pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 8,84% (yoy), melambat dari triwulan I 2026 sebesar 9,61% (yoy).

Kinerja investasi yang masih terjaga didukung peningkatan realisasi investasi dari sebesar Rp23,73 Triliun pada triwulan II 2025 menjadi Rp25,53 Triliun pada triwulan II 2026.

Pembangunan kawasan industri dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus berlanjut mendorong peningkatan investasi Jawa Tengah.

Sedangkan konsumsi pemerintah juga tetap tumbuh kuat hingga 15,69% (yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan I 2026 sebesar 19,39% (yoy).

Kinerja konsumsi pemerintah yang masih terjaga terutama didukung oleh akselerasi pembangunan program prioritas nasional.

Dari sisi lapangan usaha, Industri Pengolahan dengan pangsa terbesar hingga 33,18% masih menjadi kontributor utama PDRB Jateng.

Industri Pengolahan pada triwulan II 2026 tumbuh meningkat sebesar 5,03% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 4,04% (yoy).

Peningkatan kinerja Industri Pengolahan terutama dipengaruhi oleh peningkatan kinerja ekspor barang industri yang tumbuh 41,26% (yoy) pada periode laporan.

Peningkatan ekspor didorong oleh kinerja ekspor komoditas TPT (Tekstil dan Produk Tekstil), kayu furnitur, alas kaki, dan bahan makanan.

Sumber pertumbuhan terbesar selanjutnya berasal dari Perdagangan yang tumbuh sebesar 7,52% (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 sebesar 5,22% (yoy).

Pertumbuhan Perdagangan didorong oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga terutama pada saat HBKN Idul Adha 2026 dan libur panjang seiring dengan mobilitas masyarakat yang meningkat 5,09% (yoy) dibanding tahun lalu.

Selain itu, event Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada triwulan II 2026 juga mendorong penjualan produk jersey, aksesoris, maupun produk terkait lainnya.

Dari sisi lain, Penyediaan Akomodasi dan Makan-Minum (Akmamin) menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terbesar dan mengalami pertumbuhan tertinggi.

Penyediaan Akmamin tumbuh sebesar 12,80% (yoy) pada triwulan II 2026, meskipun melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 14,14% (yoy).

“Kinerja penyediaan Akmamin yang masih terjaga terutama didukung kinerja sektor akomodasi dan makan-minum pada HBKN Idul Adha dan libur panjang seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat, serta program prioritas nasional yang berlanjut,” ujar Noor Nugroho. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS