jawa tengah
Minggu, 12 April 2026 22:42 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jatengaja.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode 10-16 April 2026.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang tersebut.
BMKG dalam keterangan, yang dilansir dari infopublik.id, Sabtu (11/4/2026) menjelaskan, menguatnya Monsun Australia mendorong aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya lebih kering.
Namun, sejumlah dinamika atmosfer lain, seperti sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten dan Laut Banda, tetap mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Periode 10-12 April 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang hingga lebat meliputi sebagian besar Sumatra, Banten, Jakarta, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta sebagian besar Papua.
Sedangkan wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
BMKG juga mencatat adanya potensi angin kencang di Sumatra Barat, Papua Barat, dan Papua.
Memasuki periode 13-16 April 2026, cuaca masih diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, namun potensi hujan lebat tetap perlu diwaspadai di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Wilayah berstatus siaga pada periode ini antara lain Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi.
Masyarakat juga diminta secara berkala memantau informasi cuaca melalui laman resmi aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi BMKG. (-)
Bagikan