BI Bersama Pemprov Jateng Gelar High Level Meeting 2026

Jumat, 13 Februari 2026 16:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bi hlm.jpg
Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho (kanan) pada High Level Meeting 2026 di Semarang. (dok. Humas Bank Indonesia)

Semarang, Jatengaja.com - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar ajang High Level Meeting (HLM) 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah Sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan” digelar diSemarang, Rabu 11 Februari 2026.

Hadir dalam High Level Meeting (HLM) 2026, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, M. Noor Nugroho, kepala Daerah Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah, anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dan anggota Tim Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (KERIS) Jawa Tengah, serta seluruh Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah. 

Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho, menyatakan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi di daerah guna meningkatkan kinerja ekonomi sekaligus mitigasi dampak negatif  risiko global. 

“Oleh karenya, strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan,” katanya. 

Namun,  lanjut Nugroho, Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan struktural dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan, antara lain panjangnya rantai distribusi.

Selain itu juga penurunan luas baku sawah, gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, regenerasi petani yang belum optimal, dan rendahnya adopsi teknologi pertanian menjadi prioritas utama untuk ditangani bersama. 

Kendati beberapa program dan fasilitasi secara end to end  telah dilakukanmulai dari sisi hulu melalui penguatan regulasi pelindungan lahan, pemulihan lahan dengan pemanfaatan teknologi Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, pemanfaatan teknologi tepat guna,

Hingga sisi hilir melalui penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi produk pangan strategis, dan peningkatan kerja sama antardaerah. 

Melalui KERIS Jateng, upaya akselerasi investasi dilakukan melalui optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek investasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta. 

“Sejalan dengan itu, kebijakan makroprudensial Bank Indonesia dalam mendukung likuiditas perekonomian diarahkan untuk mendorong pembiayaan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja,” ujarnya. 

Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang berhasil memperoleh penghargaan sebagai TP2DD dengan Program Unggulan Terbaik II Tingkat Provinsi Tahun 2025.

Sementara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat sinergi kebijakan daerah dan pusat, khususnya dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, serta akselerasi investasi dan digitalisasi ekonomi. 

Upaya stabilisasi harga di wilayah Jawa Tengah dilakukan melalui peningkatan produksi pangan dengan percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten/Kota.

Pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan akses pembiayaan dan bantuan sarana prasarana bagi petani. Juga Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak, peningkatan pengawasan harga dan pasokan serta perluasan dan realisasi kerja sama antar daerah dengan peran yang lebih optimal dari BUMD/BUMP dalam manajemen distribusi untuk mengamankan pasokan lokal Jawa Tengah. 

Ahmad Lutfi menyampaikan pentingnya kerja keras bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

“HLM Jawa Tengah tidak hanya menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan, tetapi juga menandai langkah konkret dalam penguatan ekosistem ekonomi daerah,” ujarnya. 

Sebagai bagian dari komitmen penguatan ekosistem investasi, kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, yaitu kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

Investment Challenge bertujuan untuk memetakan dan menggali potensi proyek investasi daerah, memberikan pendampingan serta pembinaan proyek investasi, sekaligus menyelaraskan proyek unggulan dengan pencapaian Asta Cita dan sektor kepeminatan investor.