Seniman Magelang Ramaikan Bulan Februari 2025 dengan Gelar Pameran Seni Topeng dan Lukisan
Magelang, Jatengaja.com - Para seniman Kabupaten Magelang, (Jawa Tengah) menggelar berbagai pameran karya seni mulai dari topeng hingga lukisan pada Fabruari 2025.
Kegiatan pameran dimulai dengan Seniman Lima Gunung, Khoirul Mutaqin, yang memamerkan 20 topeng dalam balutan tema “Batin Manusia” di Studio Mendut, Mungkid.
Pameran yang digelar selama Februari 2025 tersebut dibuka oleh budayawan Sitras Anjilin dan Sutanto Mendut, di Magelang, Sabtu (1/2/2025).
- Direnovasi dengan Dana Rp23,5 Miliar, Stadion Jatidiri Semarang Sesuai Standar FIFA dan Dilengkapai VAR
- Tekanan Inflasi Mereda Pasca Nataru, Bulan Januari 2025 Jateng Alami Deflasi 0,46 Persen
- Memenuhi 17 Tujuan SDGs, GoZero Telkom Raih Penghargaan ESG Sustainability Ratings 2025
- Kota Podomoro Tenjo Optimalkan Insentif PPN DTP untuk Dorong Pembangunan Hunian
- Kementerian BUMN Gelar Workshop AI dan Komunikasi, Perkuat Kompetensi Pegawai BUMN Hadapi Era Digital
Khoirul Mutaqin merupakan perajin topeng asal Wonolelo Bandongan Kabupaten Magelang, yang dikenal di kalangan seniman ataupun budayawan, terutama di wilayah Yogyakarta. Ratusan karya topengnya sudah tersebar di berbagai wilayah.
“Saya tema Batin Manusia untuk menceritakan tentang perjalanan manusia pada umumnya, dari rahim hingga ajal tiba. Sekarang ini zaman media sosial ataupun podcast, saya simpulkan melalui topeng. Banyak manusia memendam batin yang menggambarkan karakter perasaan marah antara hati dan pikiran tidak sama,” ujarnya dilansir dari Jatengprov.go.id, Selasa (4/2/2025).
Khoirul mengatakan, beberapa topeng yang dibuat bergaya Tutup Ngisor ciptaan Romo Yoso. Seluruh topeng yang dipamerkan dibuat dalam tempo hanya dua bulan. Membuat pameran topeng karena ada dorongan para penari yang banyak menggunakan topeng karyanya.
Hingga saat ini ini, sudah lebih dari 500 topeng yang dihasilkan. Sebagian besar merupakan Topeng Panji sebagai simbol terciptanya alam semesta dan manusia, serta menggambarkan bayi yang baru lahir. Topeng Panji juga melambangkan kewibawaan dan ketenangan.
Namun, topeng yang dipamerkan kali ini, keluar dari topeng panji. Banyak penari yang memesan karya Khoirul, bukan hanya harganya yang terjangkau, namun karena memang kualitasnya bagus.
Sutanto Mendut mengatakan, aktivitas Khoirul bersama Komunitas Lima Gunung (KLG), secara tidak langsung berpengaruh pada pola pergaulan dan berjejaring yang dilakukan sebagai seniman topeng.
“Ini karena Khoirul banyak bertemu dengan penari-penari dan kolektor dari luar kota serta mancanegara. Pertemuan itu yang memperkaya referensi artistiknya,” kata Sutanto.
Sementara, Galeri Limanjawi di Wanurejo Borobudur menggelar pameran lukisan pertama pada awal 2025 dengan menampilkan karya kelompok Prasinda 93, yang merupakan alumni Institut Seni Indonesia (ISI).
Sebanyak 32 lukisan berbagai aliran dipamerkan selama dua minggu pada 2-18 Februari 2025.
Pemilik Galeri Limanjawi, Umar Chusaeni mengatakan, merupakan kebanggaan bisa menggelar pameran kelompok Prasinda,
“Ada 16 seniman yang ikut dalam pameran tersebut. Adapun tema pameran kali ini dalah ‘Gatra Akyati’, yang artinya tentang kekompakan dan kebersamaan yang harus dijaga,” ujarnya.
Dosen ISI, Suwarno Wisetrotomo yang membuka pameran itu mengatakan, pameran tersebut penting, karena seni diletakkan sebagai medium untuk merawat kekerabatan dan persahabatan.
“Mereka merupakan Angkatan 1993 yang membentuk kelompok bernama Prasida. Ternyata kekerabatan mereka terawat hingga sekarang,” katanya. (-)