Undip Jalin Kerja Sama dengan OJK Jateng Tingkatkan Literasi Keuangan
Semarang, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keungan.
Kerja sama mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.
Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dilakukan Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E, M.Si dan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hidayat Prabowo, S.E, M.Akt. di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.
- Menkeu Sebut Penjualan Mobil Naik Jadi Indikator Daya Beli Masyarakat Terjaga
- BUMD Jateng Diultimatum, Dongkrak PAD atau Dievaluasi
- 73 Santri dan Pengasuh Pesantren di Jateng Dapat Beasiswa Kuliah Gratis
Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk literasi dan inklusi keuangan syariah, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, pengembangan ekonomi daerah, hingga bidang kerja sama lain yang disepakati kedua belah pihak.
Rektor Undip Prof Suharnomo menyatakan kerja sama dengan OJK membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang akademik serta memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen melalui berbagai program akademik yang akan dikembangkan bersama OJK.
“Kami melihat banyak hal yang bisa kita lakukan bersama. SDM, pendidikan S3, riset, kemudian literasi keuangan. Kami melihat OJK memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat dihadirkan melalui kuliah umum maupun kegiatan akademik lainnya karena penting bagi kami untuk memperkaya wawasan mengenai sektor jasa keuangan,” ujarnya.
Sementara, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menurutnya, edukasi perlu terus diperkuat karena masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berpendidikan tinggi, masih berpotensi menjadi korban penipuan keuangan.
“Saya yakin ruang kerja sama kita tidak hanya terbatas pada ruang lingkup yang tertuang dalam nota kesepahaman ini. Akan ada banyak peluang yang bisa dikembangkan, baik untuk riset, pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan edukasi dan literasi, maupun perlindungan masyarakat,” kata Hidayat Prabowo.
Hidayat turut mendorong civitas academica UNDIP untuk berperan aktif dalam memperluas literasi keuangan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program-program kolaboratif lainnya yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
- Perkuat Literasi dan Ekosistem Syariah, BI Jateng Gelar OASE 2026 di Semarang
- Undip Wisuda 5.925 Lulusan, Lebih dari 65 Persen Raih Predikat Cum Laude
- Nilai Realisasi Investasi di Jateng Semester I 2026 Tembus Rp48,54 Triliun
Dalam acara ini, turut dibahas berbagai peluang implementasi kerja sama, di antaranya penguatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, penyelenggaraan edukasi keuangan bagi mahasiswa baru, kolaborasi riset, pengembangan ekonomi daerah, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
OJK juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KKN Tematik bersama UNDIP yang telah berjalan sebelumnya dan dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ke depan, OJK berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas melalui berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan civitas academica agar manfaat edukasi keuangan semakin dirasakan masyarakat luas.(-)
