Musim Kemarau, Peternak Sapi Perah di Jawa Tengah Diimbau Gunakan Silase
Semarang, Jatengaja.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah mengimbau memasuki musim kemarau, para peternak sapi perah untuk memanfaatkan pembuatan pakan dengan teknik silase.
Menurut Kepala Bidang Peternakan Distannak Jawa Tengah (Jateng), drh Andiningtyas Mula Pertiwi, musim kemarau berpengaruh terhadap ketersediaan pakan hijauan segar.
“Padahal 70 persen keberhasilan usaha peternakan sapi perah ditentukan oleh pemberian pakan yang tepat,” katanya di Semarang, Jumat 24 Juli 2026.
- Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
- Perusahaan Ramah Lingkungan di Jateng Bakal Dapat Insentif Pajak
- Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Triwulan I 2026 Capai Rp40,3 triliun
- Indonesia Tuan Rumah Kompetisi Internasional Keamanan Siber 2026
- Gelar Operasi Pekat, Polda Jateng Sita Narkoba dan Miras Senilai Rp15 Miliar
Untuk itu, Distannak Jateng bersama pemerintah kabupaten/ kota dan peternak mengantisipasi kondisi tersebut, dengan menyiapkan persediaan pakan selama musim kemarau.
"Kami telah memberikan pelatihan bimtek kepada para peternak. Silase ini merupakan salah satu cara mengolah pakan hijauan, dengan menyimpannya dalam kondisi anaerob," ujar Andiningtyas.
Teknik silase merupakan metode pengolahan hijauan segar melalui proses fermentasi, dalam kondisi kedap udara atau anaerob.
Jika dilakukan dengan benar, dalam kurun waktu tiga minggu silase sudah dapat dipanen, kemudian digunakan sebagai pakan pada musim kemarau. Dengan penyimpanan yang baik, silase mampu bertahan hingga tiga tahun.
Selain pemberian pakan yang baik, ketersediaan air bagi sapi perah juga memengaruhi produksi susu. Karena itu, Distannak Jateng tahun ini mengajukan bantuan pompa air melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian.
“Pompa air berguna untuk menyediakan suplai air bagi kebutuhan minum sapi, dan mendukung ketersediaan hijauan segar selama musim kemarau,” ujarnya.
Untuk pencegahan penyakit, imbuh ia, dilakukan vaksinasi PMK dan pemberian booster terus digencarkan. Serta memperketat biosekuriti atau lalu lintas ternak.
Andiningtyas menambahkan, produksi susu di Jateng menempati urutan ketiga nasional, dengan volume produksi mencapai sekitar 75 ribu ton per tahun.
Adapun wilayah penghasil susu di Jateng meliputi Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara.
Terkait investasi peternakan sapi perah dan produksi susu di Brebes, dia meyakini hal tersebut akan menambah pasokan secara signifikan.
"Nantinya, ketika sudah berjalan, tentu akan memberi nuansa baru. Karena populasi sapi perah di sana nantinya sekitar 30 ribu ekor, dan produksinya mencapai 180 ribu ton per tahun. Proyeksinya akan ada peningkatan sekitar 2,4 kali lipat dari tahun sekarang," ujar Andiningtyas.
