Musim Hujan di Wilayah Jateng Diprediksi Mulia November, Mundur Akibat El Nino

SetyoNt - Kamis, 01 Oktober 2026 09:17 WIB
Musim Hujan di Wilayah Jateng Diprediksi Mulai November 2026, Mundur Akibat El Nino. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah akan terjadi pada November 2026.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Madya Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik Nana Ruslana menyatakan, dibandingkan kondisi normal, awal musim hujan 2026-2027 diperkirakan mundur akibat fenomena El Nino yang kuat, dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang mengarah pada tren positif.

“Kondisi global saat ini didominasi El Nino kuat dengan indeks positif 2,63, yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027,” katanya di Semarang, Rabu 30 September 2026.

Sedangkan IOD yang pada pemantauan Juni-September berada pada kondisi netral, mulai menunjukkan nilai positif pada September 2026. Tren tersebut diprediksi bertahan hingga akhir 2026.

Dengan kondisi ini, lanjut Zaufik, awal musim hujan di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) umumnya akan terjadi pada November 2026. Hujan terjadi di 58 persen dari total luasan wilayah Jateng.

Lebih lanjut ia, menjelaskan, dari persentase tersebut, sebanyak enam persen wilayah mengalami awal musim hujan pada awal November atau dasarian pertama, yakni Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian kecil Temanggung, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Banyumas.

Sedangkan wilayah yang paling akhir memasuki musim hujan, diperkirakan terjadi pada dasarian kedua Desember atau pertengahan Desember, yakni sebagian besar Kabupaten Jepara, sebagian Kabupaten Rembang, serta sebagian kecil Kabupaten Demak, Pati, dan Wonogiri.

“Puncak musim hujan di Jawa tengah diperkirakan akan terjadi pada Januari, Februari, dan Maret 2027,” tandasnya .

Hal ini berdasarkan jumlah Zona Musim (Zom), pada Januari 2027 sebanyak 24 Zom atau 40 persen dari luas wilayah Jateng, diperkirakan mengalami puncak musim hujan. Kemudian pada Februari sebanyak 22 Zom, dan Maret sebanyak delapan Zom.

Zauyik menambahkan menjelang musim hujan mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik. Terlebih, terdapat potensi bencana hidrometeorologis yang perlu diwaspadai, terutama saat masa pancaroba.

Selain masyarakat, sektor pertanian juga diminta mewaspadai potensi banjir serta mengoptimalkan kebersihan saluran irigasi.

"Waspadai banjir bandang, longsor, dan puting beliung pada pancaroba. Jika awal musim hujan diprediksi terjadi pada November, maka pancaroba diprediksi mulai pertengahan Oktober sebagai masa peralihan musim,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌