Laba Komprehensif APLN Melonjak 2.006%, Pendapatan Tembus Rp4,4 Triliun

Redaksi Daerah - Kamis, 29 Oktober 2026 19:28 WIB
APLN Bukukan Pendapatan Rp4,4 Triliun, Laba Komprehensif Melonjak 2.006% (APLN)

JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp4,4 triliun hingga September 2026. Angka tersebut tumbuh 66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun. Selain itu, perseroan membukukan laba komprehensif Rp594,2 miliar, melonjak sekitar 2.006% dari Rp28,2 miliar pada tahun lalu. Peningkatan kinerja APLN tersebut terutama ditopang oleh penjualan Deli Park Medan pada kuartal I 2026.

Corporate Secretary APLN Justini Omas , mengatakan, Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis melalui berbagai strategi yang telah direncanakan. Selain melalui penjualan unit-unit properti di berbagai proyek di Indonesia, perusahaan juga berhasil menjual aset yang sudah matang dengan harga premium. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai properti APLN terus bertumbuh dan memberikan return yang optimal dalam jangka panjang.

“Penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi kami untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis. Untuk menjaga fundamental bisnis tetap solid, kami juga terus mengembangkan aset baru, termasuk Central Park Borneo Bay di Balikpapan, yang akan menjadi pusat perbelanjaan premium pertama di bumi Kalimantan dan dijadwalkan soft opening pada 12 November 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan optimalisasi aset berjalan seiring dengan pengembangan bisnis dan mendukung keberlanjutan Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Justini dalam keterangan resmi pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Justini mengungkapkan, dari total penjualan dan pendapatan usaha untuk periode hingga September 2026, sebesar Rp3,5 triliun berasal dari penjualan aset properti. Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sumber pendapatan lainnya adalah pendapatan berulang (recurring revenues) sebesar Rp894,1 miliar, dibandingkan Rp988,8 miliar pada periode sampai dengan September 2025. Perubahan pendapatan ini dipengaruhi oleh penjualan Deli Park Medan yang berdampak terhadap komposisi portofolio aset Perseroan.

“Kami terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, portofolio Perseroan dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus menjaga daya saing bisnis,” ungkapnya.

Penguatan kinerja APLN turut tercermin pada posisi likuiditas dan arus kas operasional. Per 30 September 2026, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan Rp844,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas neto dari aktivitas operasi juga berbalik positif menjadi Rp1,4 triliun, dari minus Rp60,7 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Perbaikan ini didukung peningkatan penerimaan kas dari pelanggan menjadi Rp4,7 triliun, dibandingkan Rp2,6 triliun pada tahun sebelumnya.

“Kami terus menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan kebutuhan operasional terpenuhi. Bagi kami, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan arus kas dan mengelola sumber daya secara efektif,” kata Justini menambahkan.

Di sisi pemasaran, APLN membukukan marketing sales sebesar Rp878 miliar, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga akhir September 2026. Kontribusi terbesar berasal dari Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan dan Parkland Podomoro Karawang.

Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti nasional, APLN terus memprioritaskan proyek-proyek potensial, menjaga kualitas produk, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen. “Kami percaya konsumen akan selalu memilih aset properti yang berkualitas, mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka dan pastinya nilai aset tersebut terus bertumbuh setiap tahun. Tiga aspek itulah yang selalu menjadi prioritas APLN dalam menghadirkan produk-produk properti di berbagai daerah di Indonesia,” tutup Justini.

Tulisan ini telah tayang di www.potretpriangan.com oleh pada 29 Okt 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌