Kendari Mesin Pemanen, Mentan Panen Padi di Kabupaten Semarang

Sulistya - Selasa, 28 Februari 2023 16:57 WIB
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo panen padi di Kabupaten Semarang. (dok/jatengprov.go.id)

Semarang, Jatengaja.com – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panen padi dengan alat mesin pertanian atau combine harvester bisa sangat cepat.

“Penggunaan alat ini, angka losses panen hanya sekitar tiga sampai lima persen. Bandingkan dengan menggunakan sabit, bisa mencapai 11 persen lebih,” tutur Mentan.

Hal itu diungkapkan mentan usai dirinya mengendari alat mesin pertanian melakukan panen padi di lahan milik kelompok tani Pangudi Tani, Dusun Krasak Desa Boto, Bancak, Kabupaten Semarang, Senin (27/2/2023) sore.

Dia berharap, pertanian di Kabupaten Semarang menjadi motor penggerak laju peningkatan produksi pertanian di Jawa Tengah. Sekaligus, mempertahankan kapasitas pertaniannya sebagai salah satu lumbung padi nasional. Dengan tingkat produksi panen rata-rata enam ton gabah kering panen (GKP) per hektare, dia yakin, ketersediaan beras nasional akan aman.

Berdasar data BPS, tahun lalu produksi beras nasional mencapai angka tertinggi dalam 77 tahun terakhir. Tercatat 32 juta ton beras tersedia dengan konsumsi per tahun mencapai sekitar 30 juta ton.

“Pertanian masih menjanjikan keuntungan bagi para petani. Hanya mutu budidaya pascapanen dan pemasarannya harus ditingkatkan,” tuturnya.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyampaikan, pihaknya telah memulai program pemurnian tanah pertanian. Caranya, dengan mengurangi pemakaian pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik. Menurutnya, langkah itu mampu menaikkan tingkat produksi panen per hektare.

Saat menggunakan pupuk kimia, rata-rata hasil panen 6,6 ton GKP per hektare. Setelah dikurangi separuhnya, hasil panen malah meningkat menjadi 8,8 ton GKP.

“Luasan lahan pemurnian tanah akan terus ditambah untuk mengembalikan kesuburan tanah, sekaligus meningkatkan jumlah produksi panen,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu menjelaskan, panen raya padi di Desa Boto di lahan seluas kurang lebih 50 hektare dari total lahan 250 hektare. Adapun produksi per hektare mencapai 6,7 ton gabah kering panen per hektare.

Hamparan sawah yang siap panen dan luas ini menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakan panen raya oleh Menteri Pertanian.

Pada Februari ini, lahan pertanian yang memasuki masa panen seluas 3.198 hektare. Pada Maret mendatang, diperkirakan lahan panen seluas 3.689 hektare. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS