Inovasi BRIN, Kembangkan Petasol Bahan Bakar dari Limbah Plastik

SetyoNt - Senin, 27 April 2026 20:10 WIB
Inovasi BRIN, Kembangkan Petasol Bahan Bakar dari Limbah Plastik. (ilustrasi/internet)

Jepara, Jatengaja.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Petasol, bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik melalui teknologi pirolisis.

Petasol diproduksi menggunakan mesin inovasi BRIN berbasis metode pirolisis Fastpol Gen-5 yang mampu mengolah berbagai jenis plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS, bahkan dalam kondisi kotor dan basah.

Inovasi bahan bakar alternatif solar Petasol tersebut telah diperkenalkan melalui uji coba langsung kepada perahu milik nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan Petasol menjadi solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan energi masyarakat.

“Petasol merupakan bahan bakar dari limbah plastik yang tidak lagi dapat didaur ulang. Ini menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif,” ujar Arif dilansir Infopublik, Senin 26 April 2026.

Sementara, dalam uji coba di Jepara, bahan bakar Petasol tersebut digunakan untuk mengoperasikan perahu milik nelayan.

Hasilnya menunjukkan performa mesin perahu yang stabil, menandakan potensi implementasi langsung di sektor kelautan dan pertanian.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Martini Patria, menyebut teknologi ini mampu menekan emisi karbon secara signifikan, karena selain aspek energi inovasi ini juga berdampak signifikan terhadap lingkungan.

“Pemanfaatan limbah plastik melalui pirolisis dapat mengurangi emisi hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Petasol juga dinilai menjanjikan dengan potensi keuntungan sekitar Rp4.700 per liter, dengan kualitas bahan bakar yang dihasilkan telah melalui pengujian laboratorium dan memenuhi standar diesel, sehingga aman digunakan untuk berbagai mesin.

Teknologi ini dinilai adaptif untuk diterapkan pada skala komunitas. Dengan kapasitas mesin sekitar 50 kilogram, pengolahan limbah plastik dapat melayani hingga 1.000 kepala keluarga, menjadikannya solusi berbasis masyarakat dalam pengelolaan sampah.

BRIN mencatat, inovasi serupa telah diterapkan di sekitar 84 kabupaten/kota dan ditargetkan terus diperluas, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian.

Pengembangan Petasol sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta meningkatkan nilai tambah limbah menjadi sumber daya produktif. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS