Gubernur Cup Jateng Hard Enduro di Kendal Bukan Sekadar Olahraga Uji Nyali
Kendal, Jatengaja.com - Gelaran Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro #1 di Kendal tidak hanya menjadi olahraga uji nyali bagi para rider, juga menggerakan perekonomian warga setempat.
Sebab, sektor pariwisata, penginapan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Kendal ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan dan penonton.
Kegiatan Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro #1 diselenggarakan di Argon Enduro Park, Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu 11 Oktober 2026.
- Biar Tak Celaka, Kenali Dulu Ini Ciri-Ciri Pinjol Ilegal
- Gelar Operasi Sarang Narkoba, Jajaran Polda Jateng Sita Sabu Hingga Pil Heximer
- Jateng Kirim 34 Atlet Disabilitas ke Asian Para Games 2026 Nagoya Jepang
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut, karena tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah provinsi Jateng, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan warga.
Rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dan penanaman pohon. Keduanya menjadi bagian dari kepedulian sosial dan lingkungan yang menyertai penyelenggaraan kompetisi otomotif tersebut.
Sementara, Ketua Pelaksana, Arif Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendukung pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga di Jawa Tengah.
“Karakter alam Kendal dengan lintasan yang menantang memiliki menjadi daya tarik bagi komunitas otomotif,” ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran peserta beserta keluarga dan penonton juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, penginapan, kuliner, hingga perdagangan masyarakat
Sejumlah pedagang makanan di sekitar lokasi juga ikut merasakan ramainya kegiatan. Panitia secara khusus melibatkan pelaku UMKM lokal dengan menyediakan ruang berjualan selama kompetisi berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan event ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Arif berharap kompetisi tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan. Selain menjadi wadah pembinaan atlet enduro, kegiatan ini diharapkan semakin memperkenalkan potensi wisata Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Hingga Minggu pagi, sebanyak 135 peserta sementara tercatat mengikuti kompetisi tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.
Salah seorang peserta, Fido mengaku sudah sering mengikuti berbagai ajang hard enduro. Ia menilai lintasan yang disiapkan dalam kompetisi kali ini cukup seru dan menantang.
“Saya sudah sering ikut hard enduro seperti ini. Trek kali ini seru dan menantang banget. Harapannya, ke depan semakin banyak acara seperti ini dan hadiahnya juga lebih besar,” ujar Fido. (-)
