CELIOS Ungkap Kerugian Akibat Karhutla Tembus Rp905 Triliun
Jatengaja.com - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2026, yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Barat, Riau, Jambi, Sumater, dan Kalimantan Selatan, diperkirakan telah menyebabkan kerugian hingga menembus angka sekitar Rp905 triliun.
Hal ini diungkapkan Center of Economic and Law Studies (CELIOS), yang dipublkasikan, Senin 2 November 2026, tentang Biaya Ekonomi dan Kesehatan Karhutla, terungkap biaya Kesehatan menjadi salah satu yang termahal harus dikeluarkan.
Menurut CELIOS dampak kerugian kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2026 berpotensi mencapai Rp359,58 triliun-Rp565,03 triliun berdasarkan data kumulatif Karhutla diakses per 20 Oktober 2026.
- Polda Jateng Larang Anggota Polri dan ASN Gunakan Vape, Langgar Sanksi Tegas
- Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi
- Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Kasus Geledah Ponpes Hamalatul Quran
Kemudian, biaya ekonomi dari hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai Rp340,38 triliun (2,69 persen PDB) dan menghilangkan potensi penerimaan pajak daerah mencapai Rp4,06 triliun.
Sedangkan secara sektoral, sebanyak 77 persen kerugian ekonomi berasal dari sektor kehutanan dan penebangan kayu, lalu diikuti oleh sektor industri pengolahan.
Tak hanya itu, total biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis ISPA mencapai Rp19,20 triliun yang berasal dari biaya kesehatan langsung dan biaya kesehatan tidak langsung, sedangkan biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis dan bergejala ISPA mencapai Rp224,65 triliun. (-)
Tulisan ini telah tayang di wongkito.co oleh Redaksi Wongkito pada 03 Nov 2026
