Berkat Pendampingan BRI, Sahate Tumbuh dari UMKM Rumahan ke Pasar Global

Redaksi Daerah - Minggu, 26 Juli 2026 19:31 WIB
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan Sehat Sahate Tembus Pasar Global Bersama BRI (BRI)

BANDUNG – Di masa pandemi COVID-19, meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sehat membuka peluang baru bagi Lince Sulastri. Berangkat dari dapur rumahnya di Bandung, ia mulai merintis usaha camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menawarkan pilihan yang lebih sehat. Dari upaya tersebut, lahirlah merek Sahate pada 2022.

Mengandalkan beras sebagai bahan utama, Lince menghadirkan berbagai produk, mulai dari keripik hingga kue kering yang bebas gluten dan rendah gula tanpa mengurangi cita rasa gurih serta kerenyahannya. Meski berawal dari skala rumahan, produknya perlahan mendapat tempat di hati konsumen, ditandai dengan pelanggan yang terus bertambah dan pesanan yang semakin meningkat.

Seiring berkembangnya usaha, Lince menyadari bahwa mempertahankan kualitas produk saja tidak cukup. Ia pun mulai memperluas wawasan dengan mempelajari strategi bisnis, memahami kebutuhan pasar, serta membangun jaringan agar usahanya dapat tumbuh lebih pesat.

“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha,” ungkap Lince.

LinkUMKM BRI jadi ruang belajar dan berjejaring bagi UMKM camilan sehat Sahate, dan kini berhasil tumbuh ke pasar global.

Bagi Lince, kehadiran LinkUMKM menjadi ruang untuk belajar, berjejaring dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha, sekaligus tempat belajar untuk melihat peluang yang sebelumnya belum terpikirkan. LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan UMKM dari BRI yang perlahan membantunya memahami pasar, memperluas jaringan, dan menemukan cara agar usahanya bisa melangkah lebih jauh.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang dijalaninya, Lince mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga cara memasarkan. Di sisi operasional, ia juga merasakan manfaat kemudahan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari.

“Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian. Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Lince.

Perubahan tersebut mulai nyata terlihat. Produk keripik beras Sahate kini menjadi andalan dan semakin diminati pelanggan. Pemasarannya pun meluas, tidak hanya melalui marketplace dan pameran, tetapi juga melalui kerja sama dengan berbagai mitra di sejumlah daerah.

Langkah Sahate pun terus berkembang. Produknya telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong. Saat ini, Lince juga tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points sebagai bagian dari upaya menjangkau pasar yang lebih luas.

Corporate Secretary BRI Dhanny melihat perjalanan Sahate sebagai gambaran nyata bagaimana pengusaha UMKM dapat tumbuh ketika memiliki ruang untuk belajar dan berkembang.

“Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Dhanny.

Tulisan ini telah tayang di halojatim.com oleh Redaksi pada 26 Jul 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS