Beasiswa Luar Negeri Ini, Berikan Tunjangan untuk Keluarga
Jatengaja.com - Tidak semua beasiswa internasional terutama program doktoral memberikan tunjangan atau dukungan kepada keluarga bagi penerima beasiswa, sehingga bila mereka hendak membawa keluarga untuk ikut tinggal di luar harus ditanggung sendiri.
Kondisi ini tentu memberatkan bagi penerima beasiswa yang telah memiliki keluarga, karena biaya hidup di luar negeri cukup besar. Tapi ada juga beasiswa di luar negeri yang memberikan tunjangan bagi keluarga.
Dilansir dari TrenAsia, berikut beasiswa yang secara resmi juga memiliki ketentuan terkait keluarga, baik berupa tunjangan langsung maupun kebijakan khusus bagi dependen :
- Taj Yasin Luncurkan Program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan
- Wapres dan Gubernur Saksikan Imlek Vaganza di Sam Poo Kong
- SRC Ajak UMKM Tumbuh di Pesta Retail 2026
- Sambut Idulfitri, BI Jateng Siapkan Uang Rp26,32 Triliun
- Jaga Harga, Pemprov Jateng Gelar 308 Gerakan Pangan Murah
1. Beasiswa LPDP
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dinilai sebagai salah satu skema pembiayaan studi paling ramah keluarga bagi mahasiswa Indonesia, terutama pada jenjang S3/Doktor.
Dalam aturan terbaru 2024, LPDP memberikan fleksibilitas lebih besar dengan memperbolehkan penerima beasiswa doktoral membawa keluarga sejak awal masa studi, tanpa kewajiban menunggu satu tahun terlebih dahulu.
Kebijakan tersebut penting bagi peserta yang sudah berkeluarga dan ingin menjaga stabilitas psikologis serta dukungan sosial selama menempuh studi jangka panjang.
Selain itu, LPDP juga menyediakan dana tunjangan keluarga yang dialokasikan untuk mendukung kebutuhan dasar istri dan anak penerima beasiswa.
Namun, dukungan ini tidak berlaku untuk jenjang S2/Magister. Penerima beasiswa magister umumnya hanya memperoleh tunjangan hidup individu, sehingga apabila memilih membawa keluarga, seluruh biaya tambahan harus ditanggung secara mandiri.
Kebijakan LPDP ini sejalan dengan tujuan pembangunan sumber daya manusia unggul, di mana keberhasilan studi tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik, tetapi juga kondisi sosial dan keluarga penerima beasiswa.
2. Beasiswa DAAD Jerman
Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang relatif progresif dalam mendukung mahasiswa internasional berkeluarga. Melalui German Academic Exchange Service (DAAD), pemerintah Jerman memberikan skema tunjangan keluarga yang cukup jelas, khususnya bagi peserta program doktoral dan riset jangka panjang.
DAAD menyediakan tunjangan pernikahan sekitar €275 per bulan bagi penerima beasiswa yang telah menikah, serta tunjangan anak sekitar €200 per anak per bulan.
Tunjangan ini diberikan sebagai tambahan di luar tunjangan hidup utama, dengan tujuan membantu menutup sebagian biaya hidup keluarga di Jerman yang relatif tinggi.
Dukungan tersebut umumnya tersedia pada program-program tertentu, seperti Graduate School Scholarship Programme (GSSP), beasiswa doktoral penuh waktu, serta skema riset terstruktur di universitas dan lembaga penelitian Jerman.
Meski demikian, tidak semua program DAAD otomatis menyertakan tunjangan keluarga, sehingga peserta wajib mencermati buku panduan masing-masing skema.
Selain dukungan finansial, Jerman juga dikenal memiliki sistem jaminan sosial, pendidikan anak, dan layanan kesehatan yang relatif inklusif bagi penduduk legal, termasuk keluarga mahasiswa internasional. Hal ini membuat Jerman menjadi tujuan favorit bagi pelajar doktoral yang ingin menempuh studi sambil membangun kehidupan keluarga.
Namun, DAAD tetap menekankan bahwa tunjangan keluarga bersifat pelengkap, bukan penanggung penuh seluruh kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, perencanaan finansial tambahan tetap diperlukan, terutama bagi peserta dengan lebih dari satu anak.
Secara umum, dukungan keluarga lebih banyak ditemukan pada beasiswa jenjang doktoral (S3) dibandingkan magister. Oleh karena itu, calon pendaftar yang telah berkeluarga disarankan memprioritaskan program doktoral dengan status fully funded. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 14 Feb 2026
