PWI Jateng Gelar Khataman Alquran dan Tahlil untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang
Semarang, Jatengaja.com - Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) menggelar khataman Alquran dan tahlil tujuh hari meninggalnya Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.
Kegiatan dihadiri pengurus dan anggota PWI Jateng, serta sejumlah jemaah Majelis Tadarus Qur’an Ashabul Kahfi berlangsung di Gedung Pers Semarang, Kamis 23 April 2026.
Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, menyatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bersama tujuh hari meninggalnya Zulmansyah Sekedang.
- BRI Buka Jalan UMKM Tenun Lurik Asal Malang Perluas Dampak Ekonomi dan Sosial
- Gandeng Sujiwo Tejo, Teater Lingkar Pentaskan “Rojo Tikus” di Demak
- Tim Voli Putri Popsivo Polwan Raih Juara Ketiga Proliga 2026
- BRI Perkuat Posisi dengan Dividen dan Fundamental Solid
- Ekosistem BRI Group Dorong Kinerja PNM Lebih Kuat dan Stabil
Ia menjelaskan alharmhum Zulmansyah Sekedang dikenal memiliki perhatian besar terhadap organisasi, termasuk berbagai kegiatan PWI di daerah.
“Kami ikut berduka dan mendoakan almarhum yang sangat konsen pada setiap kegiatan di PWI Jateng,” ujarnya.
Iwan, panggilan akrabnya menambahkan khataman Al-Qur’an kali ini merupakan putaran ke-163, yang secara kebetulan bertepatan dengan peringatan tujuh hari meninggalnya Zulmansyah Sekedang.
Majelis Tadarus Qur’an Ashabul Kahfi dibentuk PWI Jateng pada pertengahan 2020 saat kepemimpinan Amir Machmud NS.
Momentum khataman Qur’an dan tahlil dimanfaatkan sebagai bentuk kebersamaan dalam mendoakan almarhum.
“Alhamdulillah, beberapa anggota jemaah Ashabul Kahfi dapat hadir dan turut menyelesaikan khataman ke-163 sekaligus mengikuti tahlil,” kata Iwan.
Khataman dan doa bersama dipimpin bergantian oleh anggota Dewan Kehormatan PWI Jateng Aris Syaefudin Zuhri dan Sekretaris Badan Pengembangan Usaha Organisasi (BPUO) PWI Jateng Shodiq dengan penuh kekhusyukan.
Jemaah khataman mendoakan almarhum Zulmansyah Sekedang agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Bang Zul dilapangkan kuburnya, diterima semua amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” kata Iwan dan diamini semua jamaah yang hadir. (-)
