2.681 Perpustakaan di Jateng Terakreditasi dan Penuhi Standar Perpusnas RI
Pati, Jatengaja.com - Sebanyak 2.681 perpustakaan di Provinsi Jawa Tengah telah terakreditasi dan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.
Berdasarkan data Perpusnas RI tahun 2025, dari total 2.681 perpustakaan terakreditasi di Jateng, sebanyak 788 merupakan perpustakaan umum, yang terdiri atas 752 perpustakaan desa/ kelurahan, 35 perpustakaan kabupaten/kota, dan satu perpustakaan provinsi.
Kemudian, perpustakaan perguruan tinggi terakreditasi tercatat sebanyak 70 unit, meliputi satu perpustakaan akademi, dua institut/ sekolah tinggi/ politeknik, 63 perguruan tinggi, dan empat perpustakaan universitas.
- Pendaftar Beasiswa Santri Capai 825 Orang, Pendaftaran Dibuka Hingga Juli 2026
- Perkuat Nilai Rupiah, Pemerintah Berencana Terbitkan Panda Bond
- 6.000 Pelari Bakal Ikuti Ajang Lari Purwokerto Half Marathon 2026
- Di Jateng Telah Beroperasi 6.271 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
- Film Captain Phillips, Kisah tentang Pembajakan Kapal
Sedangkan jumlah perpustakaan sekolah terakreditasi mencapai 1.799 unit, terdiri atas 370 perpustakaan jenjang SMA/SMK/MA, 693 jenjang SMP/MTs, 733 jenjang SD/MI, satu perpustakaan SLB, dan dua perpustakaan PAUD.
Adapun perpustakaan khusus di Jawa Tengah berjumlah 24 unit, meliputi 18 perpustakaan khusus, empat perpustakaan di lembaga pemasyarakatan (lapas), dan dua perpustakaan milik rumah ibadah.
Untuk itu, Bunda Literasi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin mendorong perpustakaan menjadi penggerak literasi digital masyarakat, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sekaligus upaya menangkal maraknya hoaks.
“Kita melakukan gerakan literasi digital di Jawa Tengah. Ini perlu kita koordinasikan ke semua stakeholder yang ada," katanya, seusai menjadi narasumber kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan: Digital Cerdas–Gemar Membaca di Pendopo Kabupaten Pati, Senin 18 Mei 2026.
Menurut Nawal, keterampilan literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan dan daya pikir kritis masyarakat, termasuk dalam memilah informasi yang kredibel dan hoaks.
“Kita perlu mendampingi masyarakat untuk mengembangkan kecerdasan melalui literasi digital, agar mampu berpikir kritis dan memahami mana informasi yang kredibel dan mana yang hoaks,” tegas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Selain itu, lanjutnya, kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga harus terus ditingkatkan, agar Jawa Tengah mampu mengikuti perubahan zaman.
Meski demikian, Nawal menyoroti tantangan besar dalam peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jateng, yang pada 2025 masih berada di angka 38,86.
Di sisi lain, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jateng pada 2025 dengan skor 57,11, juga perlu terus ditingkatkan.
“Perpustakaan desa ini menjadi inti bagaimana sampai ke akar rumput, mampu bergerak, mengembangkan gerakan gemar membaca, sekaligus meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke perpustakaan,” ungkap Nawal.
Lebih lanjut, dia mendorong para bunda literasi dan kelompok kerja (pokja) di 35 kabupaten/ kota, untuk memunculkan inovasi sesuai kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing. (-)
