UMKM
Sabtu, 29 November 2025 14:41 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Sejumlah investor dari negara Malaysia dan Fujian, China bakal menanamkan investasinya di Jawa Tengah dengan nilai total investasi senilai Rp62,3 triliun.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi saat menghadiri acara pengukuhan Prof. Dr. Ir. Adies Kadir sebagai Profesor Kehormatan, dalam rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu 29 November 2025.
Gubernur Jateng menyatakan para para investor dari Malaysia dan Fujian sudah melakukan penandatanganan letter Of Intent (LoI) atas niatan untuk penanaman investasi tersebut.
“Totalnya ada Rp62,3 triliun. Dari Malaysia sekitar Rp6,9 triliun, dan dari Fujian, China mencapai Rp55,4 triliun,” katanya.
Luthfi menjelaskan, Provinsi Fujian China dengan Jawa Tengah sudah menjalin hubungan kerja selama 20 tahun menjadi “sister province”.
Rencananya, Fujian komitmen investasi besar yang mencakup berbagai sestor mulai dari pembangunan jalan, pendirian pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen mobil, hingga infrastruktur perumahan.
Perusahaan barang pecah belah serta industri energi terbarukan seperti solar panel juga akan masuk di dalamnya.
“Mereka tertarik ke Jawa Tengah karena tenaga kerja kita kompetitif, daerah kita padat modal dan padat karya, serta iklim investasinya nyaman. Perizinan investasi juga kita permudah,” ujar Luthfi.
Selain investasi, Pemprov Jateng dan Provinsi Fujian juga akan bekerja sama untuk bidang pendidikan. Bahkan, sudah ada kesepakatan beasiswa dan magang SMK bidang Teknologi Informasi antara Jateng dan perusahaan Ruijie Network, China.
Kerja sama yang dimotori Dinas Pendidikan Provinsi Jateng ini untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para siswa di Jateng, terutama di sektor vokasi.
“Kita siapkan sekolah vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Apa yang dibutuhkan industri, itu yang kita latih,” ujar gubernur Jateng.
Luthfi menambahkan , Pemerintah Provinsi Fujian juga berkomitmen membuka penerbangan langsung Fujian–Semarang. Namun, realisasi rute masih terkendala panjang landasan pacu bandara.
Telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan Angkasa Pura agar runway Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bisa segera diperpanjang landasan pacu.
Semeuntuk jalur laut, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini sudah memiliki rute langsung ke Fujian dengan frekuensi dua minggu sekali.
“Dari sisi perdagangan adanya kerja sama antara Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC) bersama para pengusaha Asia untuk mendorong peningkatan investasi di Jawa Tengah. Upaya ini dimotori Kadin dan Hipmi,” ujarnya. (-)
Bagikan
Bank Indonesia
8 jam yang lalu