Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Jateng Gelar FAJAR 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 21:46 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bi fajar.jpg
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho (tiga dan empat dari kanan) saat membuka FAJAR 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang, Kamis 6 Agustus 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Untuk memperkuat literasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026

Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain", FAJAR 2026 digelar di Queen City Mall Semarang, 6-9 Agustus 2026.

Pembukaan FAJAR 2026 dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang, Kamis 6 Agustus 2026.

Pembukaan dihadiri kurang lebih 400 tamu undangan, antara lain dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), OPD Provinsi dan Kota/Kabupaten di Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pimpinan pondok pesantren, akademisi, perbankan syariah, lembaga ziswaf, asosiasi, pelaku usaha syariah, media massa, dan lainya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyatakan FAJAR 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat literasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah (Jateng).

”Perlunya sinergi seluruh stakeholder dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah, antara lain melalui penguatan literasi dan Halal Value Chain,” katanya.  

Ia menambahkan penyelenggaraan FAJAR sebagai bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya menyatakan, literasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah. 

”Peningkatan literasi diperlukan agar masyarakat semakin memahami manfaat produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Taj Yasin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat kesejahteraan. 

”Hal ini sesuai dengan ruh ekonomi syariah tumbuh bersama antara usaha besar maupun kecil,” ujar Taj Yasin.  

Dalam rangka penguatan literasi ekonomi syariah telah dilaksanakan workshop bagi para guru sebagai Key Opinion Leader (KOL) sekaligus mendorong pembentukan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) di Jawa Tengah. 

SPES merupakan sekolah yang memasukkan nilai dan materi ekonomi syariah ke dalam kegiatan intrakurikuler (Pendidikan Agama Islam/Ekonomi) serta membangun budaya halal dan bersih di lingkungan sekolah, termasuk pengelolaan kantin sehat, koperasi siswa, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). 

Pembentukan SPES melibatkan sekitar 450 (empat ratus lima puluh) orang guru/kepala sekolah SMA se-Jateng bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. 

Sementara itu, terkait dengan penguatan Halal Value Chain, telah dilaksanakan kegiatan edukasi dan literasi ekonomi syariah, pelatihan dan sertifikasi penyelia dan auditor halal, pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku usaha, serta pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Sebelumya telah digelar, business matching pembiayaan, Olimpiade Aksi dan Syiar Eksyar (OASE) 2026, hingga Forum Silaturahmi Himpunan Bisnis Pesantren (HEBITREN). 

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin terintegrasi dan berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam pada pelaksanaan kegiatan FAJAR 2026 ini, KPw BI Jateng bersinergi dengan Dishanpan Kota Semarang akan melaksanakan edukasi pembentukan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di lingkungan sekolah SMP. 

Selama pelaksanaan FAJAR, berbagai kegiatan capacity building dan talkshow diselenggarakan di Atrium Queen City Mall, disamping 

Halal Exporience yang kembali menghadirkan sebanyak 18 booth tenant kuliner dan 9 booth edukasi, seperti Halal Value Chain Hub (konsultasi, perijinan dan pengajuan sertifikasi halal), Business & Financial Hub (konsultasi produk dan layanan jasa keuangan, perpustakaan, dan aplikasi pariwisata Jasirah.(-)