Pemprov Jateng Gelontorkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Dukung Pembangunan di Desa

Selasa, 16 Juni 2026 14:47 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

dana desa.jpg
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Eko Sukoco. (dok. Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) 2026, menggelontorkan dana Rp1,7 triliun untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana di desa-desa.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jawa Tengah (Jateng), Eko Sukoco, mengatakan, anggaran Bankeupemdes akan disalurkan pada 13.093 desa di 29 kabupaten dan kota.

“Bankeupemdes 2026 senilai Rp1,7 triliun berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah yang sebagian besar ditopang pendapatan asli daerah, terutama pajak kendaraan bermotor. Jadi pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui bantuan keuangan sarana dan prasarana desa," ujarnya di Semarang, Senin 15 Juni 2026.

Bantuan tersebut, lanjut Eko, digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga sektor pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga.

Pada 2025, alokasi Bankeupemdes tercatat sekitar Rp1,6 triliun. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2026, sebagai bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung pembangunan desa.

Eko menambahkan bantuan yang diterima setiap desa bersifat variatif, berkisar antara Rp50 juta hingga Rp200 juta, menyesuaikan jenis kegiatan yang dilaksanakan. 

Selain mendukung pembangunan fisik, program tersebut juga mendorong perputaran ekonomi lokal, melalui penggunaan tenaga kerja dan material dari masyarakat setempat.

Salah satu desa yang merasakan manfaat Bankeupemdes adalah Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pada 2025, desa tersebut menerima bantuan untuk sejumlah pembangunan talud drainase dan talud penahan tebing di beberapa dusun.

Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, mengatakan, bantuan Rp200 juta digunakan untuk pembangunan talud drainase di Dusun Cerbonan dan Tegalwuni, yang membantu mengurangi genangan saat musim hujan dan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan talud penahan tebing di Dusun Dangkel.

"Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Selain mengurangi risiko banjir dan longsor, pembangunan ini juga mendukung pengembangan kawasan wisata di desa," katanya. (-)