mobil
Selasa, 04 Agustus 2026 17:49 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Banten, Jatengaja.com - Penjualan mobil segala merek di Indonesia tumbuh sebesar 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sedangkan penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan permintaan di pasar domestik masih baik.
“Kondisi tersebut mencerminkan konsumsi masyarakat dan daya beli yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” kata Menkeu saat menghadiri GIIAS 2026 di Tangerang, Banten, dilansir dari Infopublik.id, Selasa 4 Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan pada saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sedangkan penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
Lebih lanjut Menkeu Purbaya menyatakan, pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
“Industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Menkeu menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gainkindo) untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Menkeu.
Karena itu, Menkeu Purbaya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, sektor otomotif Indonesia akan semakin tangguh dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, meningkatkan daya saing di pasar global, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menkau menambahkan pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi secara berkala sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
"Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar," ujar Menkeu.(-)
Bagikan