Pemprov Jateng
Kamis, 09 Juli 2026 21:31 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Magelang, Jatengaja.com - Panitia event lari Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026 yang rutin digelar setiap tahun menambah jumlah kuota peserta menjadi sebanyak 12.500 pelari.
Jumlah peserta ini meningkat sebanyak 1.000 pelari dibandingkan atas pelaksanaan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 yang menyediakan kuota sebanyak 11.500 peserta.
Pendaftaran BJBM 2026 yang menggelar tiga nomor lomba, yakni 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan marathon (42 kilometer) dibuka mulai 10 Juli 2026 melalui sistem ballot atau undian.
Ajang yang mengusung tema "Decade of Legacy" itu akan digelar pada 15 November 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang,
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, penambahan kuota peserta BJBM 2026 dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada pelari yang selama ini belum berhasil memperoleh slot.
“Pada pelaksanaan tahun 2026 pesertanya sebanyak 12.500," kata Sumarno dalam peluncuran BJBM 2026 di Balkondes Ngadiharjo Ngabean, Kabupaten Magelang, Rabu malam, 8 Juli 2026.
Menurut Sumarno, Borobudur Marathon telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan lari, tapi juga bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, memperkuat sport tourism (pariwisata olahraga), sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia berharap semakin banyak pelari yang datang bersama keluarga dan menikmati destinasi wisata di kawasan Borobudur.
Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, homestay, hingga masyarakat sekitar.
“Pada penyelenggaraan 2025 lalu, perputaran uangnya mencapai Rp67 miliar. Kami berharap mudah-mudahan (tahun ini) bisa tembus Rp100 miliar,” harapnya.
Sumarno menambahkan warisan terbesar Borobudur Marathon selama satu dekade bukan hanya angka ekonomi, melainkan tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat sekitar Borobudur terhadap event tersebut.
"Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga agar event ini tetap berkelanjutan," katanya.
Sementara, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko mengatakan, keberhasilan menjaga Borobudur Marathon selama satu dekade merupakan buah kolaborasi seluruh pihak.
“Event ini kini telah menjelma menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat besar bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM,” katany.
Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An mengatakan, sejak awal penyelenggaraan, cita-cita terbesar yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar Borobudur. (-)
Bagikan