Jateng akan Dijadikan Role Model Penanganan Tuberkulosis di Seluruh Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 21:27 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

demak tb.jpg
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus (empat dari kanan) saat melakukan peninjauan Layanan Active Case Finding Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis dan Dokter Spesialis Keliling di Pendopo Kabupaten Demak, 14 Oktober 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Demak, Jatengaja.com - Kementerian Dalam Negeri akan menjadikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) role model dalam penanganan penyakit tuberkulosis (TB) di seluruh provinsi Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus saat melakukan peninjauan Layanan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis dan Dokter Spesialis Keliling di Pendopo Kabupaten Demak, 14 Oktober 2026. 

Wamendagri Ahmad Wiyagus menyatakan terkesan dengan model penanganan tuberkulosis (TB) yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah. 

“Saya meminta agar penanganan TB di Jawa Tengah dijadikan role model untuk diadopsi seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.

Kunjungan Wamendagri berbarengan dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus, dalam rangka meninjau layanan ACF TB Terintegrasi CKG, di tiga kabupaten di Jateng.

Meliputi Kabupaten Jepara, dan Kudus yang dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2026. Sedangkan Demak adalah lokasi ketiga yang menjadi lokasi peninjauan tersebut. 

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno, menyatakan penanganan TB tidak cukup hanya dengan menemukan kasus dan mengobati pasien. 

Namun, juga perlu dilakukan penelusuran kontak erat serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosi kepada orang yang berisiko tertular juga perlu menjadi perhatian.

“Menjadi pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana menemukan kasus, kemudian pengobatannya, serta mencari kontak erat dari pasien TB juga harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberian terapi pencegahan TB kepada orang yang memenuhi kriteria dan berisiko tertular penyakit merupakan salah satu langkah penting untuk memutus rantai penularan.

Menurut Sumarno apabila penemuan kasus tidak diikuti penanganan kontak erat secara optimal, maka kasus TBC berpotensi terus ditemukan pada tahun-tahun berikutnya. 

Sekda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Jawa Tengah, termasuk puskesmas dan rumah sakit.

Menurutnya, penguatan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menunjang upaya pengendalian TB di daerah.

Ia berharap, melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, pasien memperoleh pengobatan yang sesuai, dan kontak erat mendapatkan tindak lanjut pencegahan sesuai ketentuan medis.

“Pentingnya pembentukan dan penguatan Desa Siaga TB sebagai bagian dari gerakan bersama untuk menemukan kasus TB di tengah masyarakat,” katanya.(-)