Undip
Senin, 19 Oktober 2026 23:01 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jatengaja.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan aktif melakukan sosialisasi yang menyasar sekolahan guna mendorong terjadinya regenerasi tenaga medis, dokter dari putra-putri daerah.
Ketua IDI Cabang Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, menyatakan tahun ini edukasi program penyuluhan dan sosialisasi yang menyasar lingkungan sekolah memiliki misi khusus, yakni bertujuan untuk mengenalkan profesi kedokteran sejak dini kepada para pelajar selaku generasi muda.
“Saat ini kalau kita tanya kepada anak-anak, yang bercita-cita menjadi dokter, jumlahnya sudah semakin berkurang. Kalau dulu banyak sekali,” katanya dalam Sosialisasi Pencegahan TBC dan pembentukan Kelurahan Cegah TBC yang diselenggarakan IDI Cabang Balikpapan bersama Tim Penggerak PKK Balikpapan, di Rumjab Walikota, Sabtu 17 Oktober 2026.
Menurutnya, pengenalan profesi dokter kepada para pelajar di 12 SMP sebagai langkah untuk memotivasi generasi mudah menempuh Pendidikan kedokteran.
Langkah ini diharapkan mampu memotivasi lebih banyak putra-putri daerah Balikpapan dan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menempuh pendidikan kedokteran. Terlebih lagi, dengan hadirnya fakultas kedokteran di Kaltim, peluang generasi muda untuk menjadi dokter kini semakin terbuka luas tanpa harus ke luar provinsi.
“Diharapkan semakin banyak dokter yang berasal dari Balikpapan sehingga kebutuhan tenaga medis daerah dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” harap Andi Sri Juliarty.
Dalam kesempatan yang sama, IDI Cabang Balikpapan turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan atas komitmen kuat mereka dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Balikpapan mulai menyalurkan beasiswa penuh bagi dokter daerah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. “Salah satu penerima program beasiswa bergengsi ini adalah dr. Fikri, seorang dokter di Puskesmas Gunung Sari Ulu, yang kini tengah menempuh studi spesialis anestesi,” ujarnya.
Program kolaboratif ini diyakini mampu mendongkrak ketersediaan dokter spesialis sekaligus memperkuat kualitas pelayanan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Kota Balikpapan.
“Dengan penguatan SDM kesehatan harus terus berjalan beriringan dengan pencegahan penyakit dan perluasan akses layanan medis,” kata Andi Sri Juliarty. (-)
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Ferry Cahyanti pada 17 Oct 2026
Bagikan
Undip
setahun yang lalu