jawa tengah
Senin, 19 Oktober 2026 18:26 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan beasiswa kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak di Jawa Tengah.
Setiap mahasantri dan santri penggerakan mendapatkan beasiswa bantuan biaya pendidikan senilai Rp1 juta per semester selama enam semester.
“Saya menyerahkan beasiswa program Pesantren Obah untuk Ma'had Aly untuk santri yang kuliah di pesantren serta beasiswa santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren,” kata Luthfi usai acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Ma'had Aly dan Santri Penggerak 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin 19 Oktober 2026.
Menurut Luthfi, para santri sangat memahami seluk-beluk pesantren, mulai dari karifan lokalnya, metedologi pengajarannya, dan sebagainya.
Para santri yang kuliah tersebut tidak hanya memahami tradisi keilmuan pesantren, tapi juga memahami tradisi keilmuan di perguruan tinggi.
“Santri adalah garda terdepan, tidak hanya ilmu dunia dan akhirat tetapi juga menjaga Negara kesatuan republik Indonesai dari degradasi moral generasi muda,” ujar gubernur Jateng.
Wagub Jateng, Taj Yasin menambahkan, program beasiswa ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu biaya pendidikan, tapi ingin mempertemukan mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri yang menempuh pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Ke depan, Taj Yasin membuka peluang untuk menggabungkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri Ma’had Aly.
“Kami ingin mengajak kolaborasi KKN dari kampus umum dan KKN dari Ma’had Aly bisa digabung di daerah yang dibutuhkan, mereka bisa berdiskusi di sana,” ujarnya.
Taj Yasin menambakan penentuan penerima beasiswa juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan capaian akademik. Dengan begitu, bantuan pendidikan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan sekaligus mendukung keberlanjutan studi.
Semantara, mahasantri semester enam Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an (MAYQ) Kudus, jurusan Ulumul Qur’an, Fakultas Ushuluddin, Alaika Hilma, menyatakan terbantua dengan adanya program beasiswa dari Pemprov Jateng.
Sebelum menerima baeasiswa, ia harus bekerja lepas atau freelance untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya.
“Adanya program ini saya sangat-sangat terbantu dari permasalahan pembayaran Uang Kuliah Tunggal. Serta belajar juga makin fokus dan perkuliahan lebih maksimal lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses pengajuan beasiswa di Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an berjalan lancar karena pihak lembaga turut membantu proses pemberkasan. Dari ma’had tersebut, sebanyak 13 mahasantri dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. (-)
Bagikan