BRI
Minggu, 03 Mei 2026 14:25 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – BRI terus mempertahankan kinerja intermediasi yang positif dengan menjadikan UMKM sebagai pilar utama bisnisnya. Hal ini tercermin dari tren pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang terus meningkat, didukung oleh penguatan fundamental usaha secara berkelanjutan.
Dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I 2026 yang digelar di Kantor Pusat BRI pada Kamis, 30 April 2026, Direktur Utama Hery Gunardi menyebutkan bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 13,7% secara tahunan menjadi Rp1.562 triliun.
“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Hery.
BACA JUGA: Lewat Program Spesial, BRILink Agen Didorong Lebih Kompetitif
Di saat bersamaan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, BRI secara konsisten menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia.
BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman pada periode Januari hingga Maret 2026. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara 42,16% dari total KUR yang telah disalurkan.
“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuh Hery.
Tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hingga akhir Maret 2026, melalui program Desa BRILian, BRI telah membina lebih dari 5.245 desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi berbasis desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha yang menjadi bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.
Di sisi digitalisasi UMKM, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses terhadap layanan keuangan. Hingga saat ini, jumlah pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 15,5 juta UMKM.
Untuk semakin memperkuat kapasitas usaha, BRI juga membina 54 Rumah BUMN serta telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan guna meningkatkan kapabilitas, daya saing, serta mendorong proses naik kelas bagi pelaku UMKM di Indonesia.
Model bisnis BRI yang berfokus pada segmen UMKM memberikan keunggulan tersendiri dari sisi manajemen risiko. Portofolio pembiayaan BRI tersebar luas di jutaan nasabah mikro dengan plafon yang relatif kecil, sehingga menciptakan diversifikasi risiko yang sangat granular. Dengan struktur tersebut, potensi risiko kredit menjadi lebih terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada debitur tertentu, sehingga ketahanan portofolio relatif lebih kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi.
Hasilnya, hingga akhir Triwulan I 2026 BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year on year. Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp2.250 triliun. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026.
Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Redaksi pada 03 Mei 2026
Bagikan