Awali Februari 2025, BEI Langsung Bekukan 48 Saham Sekaligus

Minggu, 01 Februari 2026 23:09 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

Awal Februari 2026, Bursa Efek Indonesia bekukan 48 emiten.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2023 dikabarkan secara resmi telah mengajukan permohonan sebagai penyelenggara bursa karbon.

Jatengaja.com - Membuka lembar Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi tegas dengan membekukan sementara perdagangan efek 48 perusahaan tercatat. 

BEI mengambil langkah ini diambil karena emiten-emiten tersebut belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025 dan/atau belum membayar denda keterlambatan sesuai ketentuan bursa.

Dalam pengumuman resmi BEI bernomor Peng-S-00002/BEI.PLP/01-2026, disebutkan bahwa sebelumnya bursa telah memberikan Peringatan Tertulis III disertai denda sebesar Rp150 juta kepada perusahaan tercatat yang lalai memenuhi kewajiban pelaporan keuangan.

“Namun, hingga 29 Januari 2026, masih terdapat 48 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban tersebut,” tulis laporan yang diteken Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat dan Pande Made Kusuma Ari A. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan dilansir dari Ibukotakini.com, Sabtu 1 Januari 2026.   

Mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi, BEI pun memberlakukan suspensi perdagangan efek setelah batas waktu 91 hari kalender terlampaui.

Puluhan saham itu disuspensi dengan status berbeda, mulai dari Suspensi di Pasar Reguler dan Tunai hingga Suspensi di Seluruh Pasar. Daftar emiten yang terkena sanksi mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari properti, energi, manufaktur, hingga teknologi.

BEI menegaskan, penghentian sementara perdagangan efek ini berlaku sejak Sesi I tanggal 30 Januari 2026 dan akan tetap diberlakukan hingga perusahaan terkait memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda sesuai ketentuan.

Pada Mingggu, 1 Februari, BEI kembali mengumumkan emiten-emiten tersebut kembali mengehntikan sementara perdagangan. 

Berikut adalah emiten yang disuspensi:

Suspensi di Pasar Reguler dan Tunai

ALTO – PT Tri Banyan Tirta Tbk

BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk

BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk

GAMA – PT Aksara Global Development Tbk

JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk

MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk

PMMP – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk

POLL – PT Pollux Properties Indonesia Tbk

PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk

SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk

SWAT – PT Sriwahana Adityakarta Tbk

Suspensi di Seluruh Pasar

ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk

BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk

COWL – PT Cowell Development Tbk

DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk

ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk

GOLL – PT Golden Plantation Tbk

HKMU – PT HK Metals Utama Tbk

HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk

HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk

IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk

KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk

KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk

LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk

MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

MKNT – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk

MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk

PLAS – PT Polaris Investama Tbk

POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk

RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk

SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk

SIMA – PT Siwani Makmur Tbk

SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk

SUGI – PT Sugih Energy Tbk

TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk

TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk

TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk

TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk

TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk

TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk

TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk

UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk

ZBRA – PT Dosni Roha Indonesia Tbk.(-)

 

 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 01 Feb 2026