BMKG
Minggu, 01 Februari 2026 23:09 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Jatengaja.com - Membuka lembar Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi tegas dengan membekukan sementara perdagangan efek 48 perusahaan tercatat.
BEI mengambil langkah ini diambil karena emiten-emiten tersebut belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025 dan/atau belum membayar denda keterlambatan sesuai ketentuan bursa.
Dalam pengumuman resmi BEI bernomor Peng-S-00002/BEI.PLP/01-2026, disebutkan bahwa sebelumnya bursa telah memberikan Peringatan Tertulis III disertai denda sebesar Rp150 juta kepada perusahaan tercatat yang lalai memenuhi kewajiban pelaporan keuangan.
“Namun, hingga 29 Januari 2026, masih terdapat 48 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban tersebut,” tulis laporan yang diteken Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat dan Pande Made Kusuma Ari A. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan dilansir dari Ibukotakini.com, Sabtu 1 Januari 2026.
Mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi, BEI pun memberlakukan suspensi perdagangan efek setelah batas waktu 91 hari kalender terlampaui.
Puluhan saham itu disuspensi dengan status berbeda, mulai dari Suspensi di Pasar Reguler dan Tunai hingga Suspensi di Seluruh Pasar. Daftar emiten yang terkena sanksi mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari properti, energi, manufaktur, hingga teknologi.
BEI menegaskan, penghentian sementara perdagangan efek ini berlaku sejak Sesi I tanggal 30 Januari 2026 dan akan tetap diberlakukan hingga perusahaan terkait memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan pembayaran denda sesuai ketentuan.
Pada Mingggu, 1 Februari, BEI kembali mengumumkan emiten-emiten tersebut kembali mengehntikan sementara perdagangan.
Berikut adalah emiten yang disuspensi:
ALTO – PT Tri Banyan Tirta Tbk
BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk
BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk
CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk
DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk
GAMA – PT Aksara Global Development Tbk
JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk
MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk
NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk
PMMP – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk
POLL – PT Pollux Properties Indonesia Tbk
PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk
SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
SWAT – PT Sriwahana Adityakarta Tbk
ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk
BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk
CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk
COWL – PT Cowell Development Tbk
DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk
ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk
GOLL – PT Golden Plantation Tbk
HKMU – PT HK Metals Utama Tbk
HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk
HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk
IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk
KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk
KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk
LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk
MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
MKNT – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk
PLAS – PT Polaris Investama Tbk
POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk
RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk
SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
SIMA – PT Siwani Makmur Tbk
SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
SUGI – PT Sugih Energy Tbk
TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk
TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk
TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk
TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk
TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk
UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk
ZBRA – PT Dosni Roha Indonesia Tbk.(-)
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 01 Feb 2026
Bagikan
BMKG
setahun yang lalu