Bank Indonesia
Senin, 02 November 2026 21:27 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Semarang, Jatengaja.com - Diperkiarakan dalam waktu dekat akan ada investasi yang masuk ke Jawa Tengah dari sejumlah investor asal Vietnam dan negara lain senilai total Rp9,7 triliun.
Menurut Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi masuknya investasi itu salah satunya berkat adanya kerja sama sister province antara Jawa Tengah dengan Provinsi Quang Ninh, Vietnam
Menurut Luthfi, ketertarikan dan komitmen calon investor tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor pendukung yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah, antara lain terkait kondusivitas wilayah, jaminan perizinan yang mudah dan cepat, kesiapan infrastruktur, serta sumber daya manusia yang kompetitif.
“Investasi Rp9,7 triliun ini bisa didapatkan karena ada kepercayaan. Jadi kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi,” katanya di Semarang, Senin 2 November 2026.
Ia menjelaskan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Serda Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin telah mengirimkan tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam.
Sekaligus menjajaki kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh, serta promosi potensi trade, tourism, dan investment (TTI).
“Kami menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, kemudian penandatanganan business to business. Kami juga sudah bertemu langsung dengan calon investor yang akan investasi di Jawa Tengah," jelasnya.
Dari pertemuan dengan calon investor tersebut kemudian menghasilkan sejumlah memorandum of understanding (MoU) maupun letter of intent (LoI).
Ada perusahaan garmen besar yang rencananya akan berinvestasi di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp4,6 triliun dan akan groundbreaking pada bulan Desember 2026 nanti.
Selanjutnya ada perusahaan asal Vietnam yang akan memperluas indistrinya di Jawa Tengah. Perusahaan sepatu, tas kulit, dan minyak wangi tersebut sebelumya sudah memiliki perusahaan di Jepara dan akan ekspansi di daerah lain dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun.
Kemudian ada perusahaan asal Tiongkok yang akan merelokasi perusahaan ke Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun.
"Bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan mereplikasi sejumlah konsep yang digunakan di Vietnam untuk menarik lebih banyak investasi ke Jawa Tengah, antara lain pengembangan kawasan industri.
Pola yang digunakan Vietnam adalah pengembangan industri dimulai dari pemerintah yang mengawal, mulai penyiapan lahan, infrastruktur awal, perizinan, sampai rantai pasok bahan baku dan kesiapan sumberdaya manusia (SDM).
"Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang sudah mengajukan kawasan industri baru, ada 3 sampai 4 titik akan kita coba formulakan seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes,” ujar Luthfi. (-)
Bagikan